Home / Berita / HTI: Bukti Yang Disertakan Tidak Ada Kaitan Dengan HTI

HTI: Bukti Yang Disertakan Tidak Ada Kaitan Dengan HTI

Jakarta, sketsindonews – Sidang lanjutan terkait gugatan atas Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tentang Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Kamis (18/1), dengan agenda sidang penyampaian bukti oleh pihak tergugat dan bukti tambahan oleh pihak penggugat.

Dalam sidang kali ini kuasa hukum tergugat memaparkan bukti dalam bentuk video yang dibagi dalam 15 Keping Compavt Disc (CD).

“Yang akan kami tayangkan dan diserahkan kepada yang mulia dengan transkripnya,” ucap Ketua Tim Kuasa Hukum tergugat, Hafzan Taher dalam sidang.

Menurutnya bukti tersebut menjelaskan terkait kegiatan HTI dengan paham khilafahnya di Indonesia.

Adapaun salah satu video yang diputar di persidangan adalah video rekaman Muktamar HTI di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 2013 lalu, yang menampilkan seorang petinggi HTI menyerukan empat pilar khilafah kepada massa HTI.

Sosok dalam video tersebut menyerukan untuk meninggalkan hukum dan sistem jahiliah dengan menegakan hukum syariat Islam, lalu menyerukan agar ada perubahan kekuasaan dari tangan para pemilik modal menjadi milik umat.

Selanjutnya, ia meminta meninggalkan sekat-sekat nasionalisme. Dia mengatakan Arah perubahan ketiga, hancurkan sekat-sekat nasionalisme yang telah memecah belah kita semua.

“Angkat satu orang khalifah untuk menyatukan umat,” ajaknya dalam video tersebut.

Lebih jauh, ia menyerukan untuk meninggalkan hukum perundang-undangan buatan manusia dan voting.

Tidak hanya itu, video lain yang juga diputar adalah sebuah rekaman yang menunjukkan sumpah sejumlah mahasiswa terkait khilafah Islamiyah di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga.

Dimana mahasiswa-mahasiswa tersebut bersumpah menegakkan syariat Islam di Indonesia.

Sementara salah satu perwakilan HTI, Deni aulia ahmad secara tegas membantah bukti-bukti yang diberikan oleh kuasa hukum tergugat.

“Ada beberapa yang sebenarnya bukan kegiatan HTI, misalnya video yang tadi disenut sumpah HTI di kampus IPB, Itu bukan kegiatan HTI,” tegasnya.

Dia meyakini bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan kemahasiswaan yang tidak ada kaitannya dengan HTI.

Lanjutnya, terkait video ceramah seorang tokoh atau kyai yang hadir dalam acara tersebut, dijelaskan bahwa apa yang disampaikan merupakan pendapat pribadinya bukan pendapat HTI.

“Jadi apa yang disampaikan itu adalah pendapat beliau tapi di dalam narasi bukti itu disebutkan HTI, padahal itu bukan pernyataan HTI,” pungkasnya.

(Eky)

Check Also

Polisi Pastikan Akan Segera Tetapkan Tersangka Pemukulan Di Tarumajaya

Bekasi, sketsindonews – Sariedi, Orang tua dari Dedi Saputra korban pemukulan di Tarumajaya, Bekasi pada …

Watch Dragon ball super