Titah Jaksa Agung Dibayar Kontan

Jakarta, sketsindonews – Tantangan yang diberikan oleh Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, untuk menyelenggarakan persidangan melalui video conference. Akhirnya dibayar kontan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari), Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pasalnya setelah menerima arahan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Dr Pathor Rahman bersama jajarannya, langsung menggelar rapat.

Dalam rapat yang berlangsung di Aula Kejati NTT itu, mantan Wakajati DKI Jakarta, menghimbau para kajari di wilayah hukum NTT agar segera melaksanakan titah pimpinan tertinggi korps Adhyaksa.

Terbukti, pada Senin 23 Maret tahun ini, pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten NTT dibawah komando Shirley Manutede SH MH. Berhasil menyelenggarakan persidangan pidana dengan menggunakan vicon.

“Alhamdulillah sesuai arahan Jaksa Agung, kami telah melaksanakan persidangan melalui vicon,” ungkap Dr Pathot Rahman kepada sketsindo, Jumat (27/3/20) pagi melalui aplikasi Whatsapp.

Ia mengatakan, tujuan dilangsungkannya sidang dengan metode vicon agar tidak terjadi pengumpulan manusia seiring penyebaran virus korona di negeri ini.

Dirinya mengungkapkan, selain persidangan modern atawa konfrensi video, kata dia, persidangan konvensional tetap terlaksana seperti biasa. Namun ujar Dr Pathor, kejaksaan tetap mengedepankan aturan kesehatan dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan para penegak hukum setempat.

“Persidangan secara konvesional tetap berjalan, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan. Dan kami pun telah berkoordinasi dengan jaksa, hakim, rutan, lapas, kepolisian dan kanwil menkumham,” beber dia lagi.

Selain itu menurut pria yang dilahirkan di Pulau Madura, kejaksaan juga telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap para aparatur sipil negara serta kendaraan operasional tahanan sebelum dan sesudah mengantar para terdakwa menjalani persidangan.

“Kami juga telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap para aparatur sipil negara dan kendaraan opersional tahanan sebelum dan sesudah persidangan,” pungkasnya.

(Sofyan Hadi)