Home / Berita / TL Lambat di Sikapi SKPD, Warga Lebih Suka CRM Berpengaruh TKD

TL Lambat di Sikapi SKPD, Warga Lebih Suka CRM Berpengaruh TKD

Jakarta, sketsindonews – Pelayanan terhadap mengatasi penuntasan problematika wilayah tidak semua menjadi kepuasan publik, pasalnya banyak warga kesal karena lambat respon selain banyak alasan klasik hingga lamanya eksekusi pihak SKPD bersangkutan.

Warga saat ditanya sketsindonews banyak usulan melalui laporan tindak lanjut via surat administrasi banyak alami kendala karena proses lambatnya SKPD bersangkutan melakukan reaksi cepat hasil kebutuhan laporan warga.

Misal seperti ; penopingan pohon, normalisasi saluran ditambah cuaca ekstrem kini sedang dilanda musim penghujan dalam antisipasi korban baik genangan serta pohon tumbang.

Dian (34) warga Bungur, kerap kali keluhkan pohon rawan tumbang, lalu menyurati pihak kelurahan, tapi itu mereka masih tidak cepat. “Makanya kami lebih suka aduan via CRM,” ucapnya, Senin (8/3/21).

Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memberikan pelayanan optimal untuk memastikan bahwa setiap aduan ditangani dengan cepat dan tepat, salah satunya adalah dengan mengembangkan aplikasi mobile dan website bernama Citizen Relation Management (CRM) Peraturan Gubernur nomor 128 tahun 2017 tentang Aplikasi CRM, itu lebih cepat ditanggapi.

“Mungkin CRM itu ada hitungan dengan kinerja serta TKD jadi lebih cepat dibandingkan usulan via keluhan lain atau kirim surat,” tandas Dian.

Secara terpisah Camat Sawah Besar (Saber), Prasetyo Kurniawan ketika Rapat Pimpinan (Rapim) tingkat kota Jakarta Pusat meminta pihak SDA Kota Jakarta Pusat untuk saluran Penghubung (PHB) Katedral, Jalan Lapangan Banteng Timur, Pasar Baru, Sawah Besar, lantaran saluran PHB ini sudah lama tidak dikuras.

“Itu antisipasi dini sehingga perlu tindakan cepat untuk dikerjakan sehubungan kawasan itu merupakan kawasan wisata religius serta peribadatan umat saling berdekatan baik Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral,” pungkasnya.

“Saluran PHB Katedral sudah lama tidak pernah dikuras, makanya saya diusulkan supaya aliran airnya menjadi lancar mengalir,” singkatnya melalui ponsel, Senin (8/3/2021).

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Sawah Besar, Nanang Gusnadi membenarkan objek pengurasan lumpur di saluran PHB Katedral, persisnya berada di jalan protokol segera dilakukan atas usulan Camat Sawah Besar, Prasetyo Kurniawan ketika Rapat Pimpinan (Rapim) tingkat kota Jakarta Pusat.

“PHB tersebut meliputi panjang saluran 200 meter, lebar 1,2 meter dan tinggi 1,5 meter dengan sendimen lumpur 40 cm,” dan bisa diselesaikan pada tanggal 9 Februari 2021, kata Nanang Gusnadi.

(Nanorame)

Check Also

Komandan Lantamal III Hadiri Sosialisasi Unclos 1982 di Jajaran Koarmada I Tahun 2021

Jakarta, sketsindonews – Komandan Lantamal III Brigjend TNI (Mar) Umar Farouq, S.A.P. menghadiri Sosialisasi Unclos …

Watch Dragon ball super