Home / Artikel / Tragedi Sembako Monas, Ini Jawaban Pemprov DKI

Tragedi Sembako Monas, Ini Jawaban Pemprov DKI

Jakarta, sketsindonews – Tragedi Sembako Gratis Monas mengakibatkan meninggalnya 2 korban tewas terkait pembagian yang dilakukan pihak panitia penyelenggara. Hal ini membuat  pihak Pemprov DKI Jakarta melalui Wali Kota Jakarta Pusat menegaskan, Pemprov DKI Jakarta tidak mendukung kegiatan pesta rakyat dan  bagi – bagi sembako yang digagas Forum Untukmu Indonesia (FUI) pada Sabtu, 28 Maret 2018 di Monas.

“Saya ingin sampaikan bahwa penyelenggaraan acara itu sama sekali tidak kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Itu yang paling utama, kata Mangara. 

Kemudian kedua panitia tidak menjelaskan perkiraan jumlah massa yang mau dihadirkan,” ucap Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede di Balai Kota, Jakarta, Senin saat itu.

Dia menuturkan, saat waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB, massa yang hadir di Monas mencapai 100 ribu orang. Tindakan pun harus diambil.

“Waktu itu kami sepakat, berkordinasi berempat Karo ops, Dandim, Kapolres, dan Wali Kota untuk memberhentikan sementara pembagian sembako,” kata dia.

Namun, karena begitu banyak massa yang sudah siap akan menerima antrian sembako, akhirnya diputuskan untuk mengawal pelaksanaan kegiatan itu.

“Bukan menjadi pelaksana, tetapi intinya pihak kami mengawal supaya tidak terjadi situasi yang tidak dikehendaki,” ungkap Mangara.

Warga menunjukkan kupon yang akan ditukarkan sembako gratis dalam acara “Untukmu Indonesia” di lapangan Monas.

Ijin Dinas Pariwisata DKI

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede menampik, izinnya tak diteliti dengan benar. Hanya saja, panitia tidak menjelaskan secara detail.

“Izinnya ada dari Dinas Pariwisata dan Budaya. Hanya mungkin tadi saya sampaikan panitia tidak menjelaskan sedetail mungkin acara dan seberapa besar jumlah massa yang hadir. Dan ternyata jumlah massa yang hadir luar biasa banyaknya,” kata Mangara.

Dia menegaskan, berdasarkan informasi dari Kasatpol PP, tidak ada pembagian sembako dalam izin yang diajukan, untuk penggunaan Monas.

“Tari-tarian saja kata Pak Kasatpol,” ungkap dia.

Dia mengatakan, panitia acara rencananya dipanggil untuk diminta klarifikasinya hari ini. “Kalau enggak salah baru mau akan panggil,” ucap dia.

Mangara menambahkan, tidak ada inisial dan simbol partai politik dalam kupon bagi-bagi sembako di Monas itu.

reporter : nanorame

 

Check Also

Luka Terus Menyala Discripsi Ramadhan

Sahur Hari Ketujuh Jakarta, sketsindonews – Sahur di hari 7 di bulan Ramadhan 1439 H …

Watch Dragon ball super