Tragis Rumah Ambruk Tertimpa Warga di Tanah Tinggi, Siapa Bertanggung Jawab

Jakarta, sketsindonews – Peristiwa tragis mengenaskan sebuah bangunan rumah tinggal 3 lantai di jalan Kramat Pulo Gundul No. 43 Kelurahan Tanah Tinggi Johar Baru tiba tiba rubuh timbulkan puluhan korban berjatuhan tanpa dosa.

Atas peristiwa tersebut warga terkejut pasalnya kondisi rumah sedang proses pembangunan seluruh material roboh berdampak warga melintas pun terjebak oleh reruntuhan beton bangunan secara tragis.

Menurut sumber di lapangan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.22 WIB dengan jatuh korban supir Mikrolet M35 Doni Pakpahan (49) bersama mobilnya hancur selain dirinya tergencet.

jatuh korban piluhsn, siapa betanggung jawab

Selain pula reruntuhan itu juga menimpa korban lain termasuk anak usia balita serta puluhan lain, korban sementara terus dilakukan evakuasi diantaranya Kristianto (24), Kristiawan (24thn), Assifa Syahsyahputra (17), Syarifudin (60), Belum diketahui identitasnya, Aditya Frastia serta 7 korban yang sudah dievakuasi langsung dilarikan ke RSCM Jakarta.

“Peristiwa ini sungguh menjadi kejadian buruk bukan saja bagi perijinan bangunan melainkan keterkaitan semua pihak, dari mulai pemilik, mandor hingga pengawas”, ujar Budi Herawan Pengamat Struktur Bangunan.(26/4)

Ini sudah merupakan peristiwa bukan hanya teledor dalam segi keselamatan namun sorotan bagi semua pihak terlebih P2B selama ini menjadi leading sektor berikut pimpinan wilayah Camat Lurah.

Dua hal atas peristiwa ini, pertama itu sudah ada korban puluhan orang dan bisa saja nanti ada yang tewas akibat tidak ada pengawasan, konon bangunan itu telah di segel tapi kenapa ini berlanjut sehingga jatuhkan korban yang tidak sedikit.

Kedua ini bisa menjadi kasus pidana karena dari struktur hingga ijin yang ada tidak memenuhi unsur kelayakan bangunan hingga bangunan 3 laintai dengan memenuhi unsur hal substantif aturan.

Dari segi fisik pemilik bangunan , pengawas, mandor maupun perijinan harus bertanggung jawab atas material serta korban serta pejabat bersangkutan, termasuk apakah bangunan itu sudah masuk rekomtek untuk di eksekusi, jelasnya.

Jadi ini harus diusut tuntas terkait peristiwa hingga puluhan orang jadi korban secara hukum maupun para korban untuk diberikan sebuah santuan tanpa sebab mereka jadi korban mengenaskan, tutup Budi.

nanorame

an)