Back

Media Terpercaya

Trio Hakim PN Jaksel Dilaporkan ke KY

Jakarta, sketsindonews – Trio hakim yang bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan disebut-sebut akan dilaporkan oleh pencari keadilan Herman Tandrin, Dirut PT Graha Prima Energi, ke Komisi Yudisial hari ini. Alasannya ia dilaporkan karena diduga telah melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim (KEPPH).

“Saya akan melaporkannya ke KY hari ini. Dan saya berharap KY dan Tuada Wasbin (Ketua Muda MA bidang Pengawasan dan Pembinaan) MA, menindaklanjutinya sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar Herman Tandrin kepada sketsindonews.com, Senin (28/9/20) pagi.

Dalam laporannya Herman Tandrin menyebutkan, pengaduan tersebut terkait putusan majelis hakim pimpinan Florensani yang dinilai janggal pada kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Robianto Idup, Komisaris PT Dian Bara Genoyang (DBG).

Majelis hakim dalam kasus itu memutuskan Robianto Idup tidak melakukan tindak kejahatan penipuan dan penggelapan, padahal dalam kasus sama, Terdakwa (kala itu), Ir Iman Setiabudi, Dirut PT DBG, telah divonis bersalah oleh PN Jakarta Selatan.

Akibat vonis onzlagh terhadap Robianto Idup tersebut menyebabkan terjadi kontradiksi atau pertentangan putusan PN Jaksel untuk satu kasus penipuan dan penggelapan. Irman Setiabudi yang dijatuhi hukuman satu tahun penjara, bahkan perkara telah berkekuatan hukum tetap dan pasti.

Dalam putusan perkara Iman Setiabudi disebutkan pula bahwa Iman Setiabudi bersama-sama dengan Robianto Idup telah melakukan tindak kejahatan yang merugikan Herman Tandrin, Dirut PT GPE, puluhan miliar rupiah.

Herman Tandrin dalam laporannya menyebutkan sejak awal persidangan kasus itu telah muncul tanda tanya pada dirinya. Semisal jadwal sidang tidak menentu hingga pernah berlangsung sampai pukul 22.30 WIB.

Menurut Herman Tandrin, majelis hakim tampak juga begitu segan melihat tim penasihat hukum terdakwa Robianto Idup, Dr Hotma Sitompul SH MH. Bahkan ada kesan keberpihakan.

“Ada yang janggal-janggal selama persidangan itu. Tidak pernah dibahas dan dipermasalahkan perjanjian pekerjaan penambangan batubara, namun putusan majelis hakim menyebutkan perbuatan yang menurut jaksa sebagai tindak pidana penipuan dan penggelapan menjadi perdata karena dilakukan pada masa berlaku perjanjian,” tutur Herman Tandrin.

Saksi pelapor yang juga korban penipuan dan penggelapan (Herman Tandrin) menduga majelis hakim tersebut telah melanggar Peraturan Bersama Ketua MA dan Ketua KY No 02/PB/MA/IX/2012 02/PB/P.KY/09/2012 tentang Panduan Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim, khususnya pasal 5 ayat 2 huruf e dan pasal 11. Pasal 5 ayat (2) huruf b berbunyi: hakim wajib tidak memihak, baik di dalam maupun di luar pengadilan dan tetap menjaga serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat pencari keadilan.

Sedangkan pasal 5 ayat (3) huruf a juga mengisyaratkan: hakim dilarang memberikan kesan bahwa salah satu pihak yang tengah berperkara atau kuasanya termasuk penuntut dan saksi berada dalam posisi yang istimewa untuk mempengaruhi hakim yang bersangkutan.

Tidak itu saja, pasal 14 ayat (1) dan (2) juga mengisyaratkan; profesional bermakna suatu sikap yang dilandasi oleh tekat untuk melaksanakan pekerjaan yang dipilihnya dengan kesungguhan yang didukung oleh keahlian atas dasar pengetahuan, ketrampilan dan wawasan luas. Sikap profesional akan mendorong terbentuknya pribadi yang senantiasa menjaga dan mempertahankan mutu pekerjaan serta berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja sehingga tercapai setinggi-tingginya mutu hasil pekerjaan, efektif dan efisien.

Perbuatan melanggar KEPPH dapat merusak citra lembaga peradilan. “Maka untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat pencari keadilan dan mewujudkan kewibawaan dan martabat lembaga peradilan, saya selaku pelapor berharap KY dan MA menindaklanjuti pengaduan ini sesuai prosedur yang berlaku,” harap Herman Tandrin.

Sementara itu kuasa hukum Robianto Idup, Advokat Philipus Harapenta Sitepu, hingga kini belum merespons konfirmasi yang diajukan sketsindonews.com melalui aplikasi perbincangan whatsapp Senin (28/9/20) siang. Kendati pesan tersebut berwarna biru atau sudah tersampaikan.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.