Home / Artikel / Tuhan Menyediakan dan Mencukupkan
Foto ilustrasi. (Sumber: Pendoa Sion Blog's)

Tuhan Menyediakan dan Mencukupkan

1 Rajaraja 17:7-16

Renungan, sketsindonews – Sebelum bertemu Nabi Elia, janda ini sedang dalam keadaan hampir putus asa dan menyerah. Tetapi perjumpaan itu menjadi titik pemulihan hidupnya.

Tuhan memakai janda ini bukan dalam kondisi kehidupannya yang baik, tetapi justru dalam keadaan terburuk namun ia tetap bersedia.

Terdapat tiga bentuk iman yang dilakukan Janda Sarfat ditengah keterbatasannya itu, sehingga menjadikannya istimewa dan Tuhan bertindak atas hidupnya.

1. Mengasihi sesama : Di dalam kemelaratannya janda ini tidak segera mengalami mujizat Tuhan. Di dalam penderitaan, ia harus mengalami ujian iman dengan menerima seorang asing di tengah kesusahannya.

Dia bertemu dengan Nabi Elia dan mempersilahkannya masuk ke rumah meski berdasarkan pandangan budaya Timur bisa membuat posisinya tidak nyaman.

Tetapi sikap ramah mengalahkan sikap negatif. Tak ada alasan untuk tidak mengasihi dan menolong orang lain.

2. Bertindak dengan Iman yang besar : Ia tak hanya menyambut Elia dengan ramah, tetapi ia juga menurut ketika diperintahkan Elia untuk membuat roti baginya meski pada saat itu, ia hanya punya sedikit tepung dan minyak, hanya cukup untuk membuat sepotong kecil roti (I Raja Raja 17:11-12).

Ini adalah langkah iman, ia tak ingin mencari alasan untuk menolak permintaan itu. Dia memberikan semua yang dia punya kepada Elia dan menyerahkan dirinya kepada Tuhan.

Ia percaya pada perkataan Elia bahwa tepung dan minyak itu tidak akan habis. Ia membuktikan iman yang dikatakan dalam Ibrani 11: 1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”.

3. Memberi yang terbaik kepada Tuhan : Tindakan janda ini memberi seluruh miliknya kepada Elia membuktikan bahwa ia memiliki kasih yang besar kepada Tuhan.

Memang saat itu Elia terkesan hanya mementingkan perut sendiri. Tetapi pada kenyataannya, Tuhan bekerja memelihara hidup janda Sarfat lebih dari sebelumnya.

Tuhan tidak pernah meninggalkan anaknya yang setia. Di dalam memberi, janda ini diberi. Di dalam ia menyalurkan berkat , ia menerima berkat ( seperti ucapan Yesus dalam (Lukas 6:38).

Ucapan Elia pun terjadi, tepung dan minyak itu tidak berkurang dan bahkan dapat mencukupi makan mereka beberapa waktu lamanya (I Raja Raja 17:15-16).

Kasih kepada Tuhan tidak pernah kehilangan balasannya. Barangsiapa mengasihi dan mengutamakan Tuhan, tidak pernah ditinggalkan-Nya. Soal berapa besar balasan Tuhan dan apa wujud balasan Tuhan, itu kedaulatan Tuhan.

Hanya saja, bertindaklah senantiasa dengan iman dan kepercayaan bahwa providensia (pemeliharaan, red) Allah akan tetap terjadi. Amen

(HKBP Ujung Menteng)

Check Also

Kalahkan Kejahatan Dengan Kasih Tuhan

Roma 12: 9-21 Renungan, sketsindonews – Kasih ini mesti dimulai dari dalam dulu, karena, tidak …

Watch Dragon ball super