Back

Media Terpercaya

Ulama Minta Lockdown, DPRD Pamekasan: Pemerintah Harus Responsif

Jakarta, sketsindonews – Anggota DPRD Pamekasan Ismail meminta empat Pemerintah Daerah di Madura dan Provinsi Jawa Timur untuk merespons permintaan ulama untuk menempuh sistem lockdown dalam upaya pencegahan virus corona Covid-19. 

“Pemerintah harus responsif dalam. Permintaan Lockdown pertimbangannya sangat rasional dan masuk akal, karena melihat Madura dalam ancaman virus corona Covid-19,” kata Ismail kepada sketsindonews, Minggu (29/3/20).

Menurut kader Partai Demokrat, permintaan tersebut perlu ditanggapi dan diakomodir secepat mungkin. Sebab ulama melakukan imbauan itu, dirasa sudah mempertimbangkan dampak manfaat dan mudaratnya. 

“Empat pemerintah di Madura, Provinsi, dan Bakorwil, harus responsif dengan imbauan ulama itu,” jelasnya. 

Ismail menjelaskan, sejauh ini wilayah Madura memang masih belum diacap sebagai wilayah zona merah. Namun demikian, pemerintah di Madura perlu merangkul bersama dalam mencegah virus corona Covid-19 dengan menetralisasi beberapa titik wilayah. 

“Titik ini adalah akses masuk dan keluarnya orang ketika ke Madura. Pemerintah bekerja tidak sendirian, harus saling mendukung satu sama lain,” pintanya. 

Titik tersebut di antaranya, Jembatan Suramadu, Pelabuhan Kamal, Pelabuhan Kalianget, Pelabuhan Branta Pesisir, dan Bandara Trunojoyo. Di titik ini bagi Ismail perlu ada posko dan tim khusus untuk menyisir masyarakat yang hendak masuk ke Madura. 

Sebelumnya, Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) meminta empat Bupati di wilayah Madura menerapkan sistem ‘Lockdown’ untuk mencegah virus corona Covid-19. 

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat edaran bernomor 17/BASSRA/A/III/2020 menyikapi perihal mewabahnya virus corona Covid-19, yang ditandatangani Ketua Moh Rofii Baidlawi dan Sekretaris Nuruddin A. Rahman. 

Bagi Bassra, dengan penerapan lockdown, maka orang luar tidak akan mudah masuk. Kajiannya adalah melihat geografis Madura berdampingan dengan Kota Surabaya, sehingga menilai Madura akan jadi ancaman menyebarnya virus corona Covid-19.

(nru/skt) 

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.