Home / Berita / Untuk Apa Revitalisasi Lapangan Pors Serdang, Sementara Klub Lokal Kemayoran di Persulit

Untuk Apa Revitalisasi Lapangan Pors Serdang, Sementara Klub Lokal Kemayoran di Persulit

Jakarta, sketsindonews – Revitalisasi lapangan Pors Serdang Kemayoran Jakarta Pusat sejak 2 bulan lalu telah rampung dikerjakan pihak swasta melalui anggaran Dinas Provinsi DKI Jakarta dipasang rumput sintetis berkwalitas international seperti stadion Eropa.

Hingga kini lapangan bola tersebut belum diserahkan pemerintah DKI dari pihak ketiga hasil pekerjaan bahkan belum diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Untuk siapa lapangang itu bisa digunakan warga Kemayoran, diketahui klub bola tumbuh sesuai potensi lingkungan banyak bibit terpendam, sementara pengelolaan saat ini saja lebih inkklusif begitu sulitnya klub di Kemayoran mendapatkan fasilitas lapangan pors terlebih setelah di revitalisasi,” ucap Jefri pemilik Klub Sekolah Bola “Chekamb FC” Utan Panjang Kemayoran Jakarta Pusat, Selasa (30/3/21).

Dia menyikapi hal pengelolaan lapangan oleh pihak UPT Pors banyak memanfaatkan alih – alih mereka saja boleh bermain bola sementara mereka merekrut klub boleh bermain di luar warga Kemayoran, apakah ini sistem atau karena KaSudin Olahraga Tedy Cahyono membiarkan polemik ini terus berlangsung.

“Sejak dulu kami membangun klub tidak terkomodir dalam memajukan sepak bola di Kemayoran dengan harapan muncul para pesebak bola professional sejak usia dini untuk kita ciptakan serta dibina,” ujarnya.

Faktanya kami masih dipersulit untuk diberikan tempat berlatih walau itu kita tahu tidak “gratis” tapi itu saja sulit mendapatkan fasilitas, boleh main pake lapangan hanya orientasi duit setoran sewa lapangan walau itu bukan klub bahkan klub kacangan sekalipun ditampung.

Ini kerap terjadi, Jefri meminta Walikota Jakarta Pusat dan Dinas Olehraga DKI untuk tahu problematika ini.

“Jangan hanya merevitalisasi lapangan pors Serdang sudah bentuk lapangan bola representatif (keren) justru sebaliknya revitalisasi pengelolaan tidak dilakukan secara baik sistem mengelola atau orang ditempatkan di UPT tidak melihat keadilan bagi pecinta bola di Kemayoran,” tegasnya.

“Oknum itu harus di hilangkan bermain dalam memanfaatkan lapangan buat kepentingan “seperti preman saja” mengusai lapangan hanya boleh main para kolega dari pengelola. Sementara orang lain dianggap tidak memiliki kapasitas memakai lapangan bola pors.”

“Kasudin Jakarta Pusat harus tahu itu mengapa hal ini kita ungkap, agar semua pihak juga mendapatkan hal sama mendapatkan keadilan menikmati lapangan publik, terlebih klub lokal Kemayoran sendiri harus mendapatkan prioritas seiring kebutuhan masyarakat pecinta bola kemayoran,” tutup Jefri.

(Nanorame)

Check Also

Personel KRI Sultan Iskandar Muda – 367 Rayakan Idul Fitri di Dermaga Beirut Lebanon

Jakarta, sketsindonews – Personel KRI Sultan Iskandar Muda-367 yang tergabung dalam Satgas Misi Perdamaian Maritime …

Watch Dragon ball super