Home / Apa Kata Mereka / Very Yonevile Sekretaris Komisi E: Gubernur Anies Baswedan Untuk Fokus Benahi Jakarta, Bukan Pencitraan

Very Yonevile Sekretaris Komisi E: Gubernur Anies Baswedan Untuk Fokus Benahi Jakarta, Bukan Pencitraan

Jakarta, sksimdonews – Momentum HUT DKI Jakarta 491 warga Jakarta meminta realisasi Gubernur DKI Anies Baswedan untuk fokus pada persoalan pembangunan bagi warga

Raihan Jakarta meraih WTP (Wajar Tanoa Pengecualian) bukan segalanya kalo Jakarta semakin semrawit oleh kebijakan sifatnya populis hanya karena janji kampanye ketidak adilan sosial yang menjadi jargonnya.

WTP itu terkait dengan asset, masih banyak kok asset DKI yang belum diserahkan pihak ketiga untuk di inventarisir menjadi milik Pemprov DKI Jakarta

Hal ini diungkapkan Sekretaris Fraksi Partai Hanura Very Yonevil saat sketsindonews. com mewancarai khusus, di Tanah Tinggi Galur, Jakarta Pusat.(24/6)

Anies diminta bekerja saja dalam persoalan penanganan banjir serta untuk tak malu meneruskan kebijakan sebelumnya yang sudah bagus.

Janganlah pencitraan hanya karena ingin jadi Wapres sementara SKPD – UKPD tidak di genjot dalam rangka kemaslahatan program yang sudah baik bagi warga Jakarta.

Sekarang saja Kebun Pala banjir kiriman karena pembangunan site pile tidak di teruskan, selain itu yang lebih miris kinerja pejabat DKI juga menurun hingga 60 persen.

Akibatnya terpengaruh dan lemahnya kinerja pejabat, dengan secara langsung berdampak pada penyerapan anggaran tahun 2018 ini sangat menurun sekali.

Saat ini saja sudah masuk triwulan II baru 20 persen serapannya,” kenapa, ucapnya.

Very yang menjabat sekaligus Sekretaris Komisi E DPRD DKI menambahkan, hal ini karena tidak dilakukan Anies, rotasi yang molor, program OK OC yang betdampak para PKL meminta hak untuk kapan saja boleh memakai fasilitas umum jalan dan pendestrian.

Seperinya Jakarta tidak ada indah – indahnya karena sebuah janji kampanye dengan tidak menata konsekwensi logis sebagai kota dunia yang memenuhi standar kelayakan kota metropolitan.

“Kami banyak melihat program yang bagus akhirnya tidak terkontrol untuk di lanjutkan oleh para SKPD – UKPD dalam mendorong percepatan penyerapan anggaran.”

Kenapa ini terjadi, kata Very. “Yah karena regulasi pejabat tidak segera dilakukan, sementara pejabat jadi ragu dalam hal menentukan percepatan kerja sehingga mempengaruhi kisi aparatur dalam mendorong layanan warga Jakarta.

Masak yang menikmati orang luar Jakarta, sementara kita sebagai warga asli hanya bagian kecil dari kebijakan yang tidak menciptakan Jakatta yang indah dan dinamis.

Bahkan Very menyarankan, Gubernur Anies konsen saja bekerja menyelesaian permasalahan warga Jakarta pengerukan kali, memfungsikan RPTRA lebih modern penataan pendestrian untuk tidak dibanjiri kemacetan karena menjamurnya PKL.

Dengan begitu masyarakat dapat menikmati pembangunan di Jakarta tanpa harus terkotak oleh mengejar janji kampanye.

“PKL tidak boleh bebas berkeliaran. Kalau didiamkan fasilitas pedestrian yang sudah bagus itu dibangun tentunya untuk menjadikan keindahnya,” tandasnya.

Setelah bisa mengatasi permasalahan diatas. Selanjutnya, sambung Very, Gubernur Anies dipersilakan meresufle jajaran birokrasi internal di dalam mendorong setiap birokrat yang handal sehingga program penyerapan hasil anggaran bagi seluruh warga Jakarta benar di rasakan dalam menciptakan kebahagian seluruh warga, terang Very.

reporter : nanorame

Check Also

Kalahkan Kejahatan Dengan Kasih Tuhan

Roma 12: 9-21 Renungan, sketsindonews – Kasih ini mesti dimulai dari dalam dulu, karena, tidak …

Watch Dragon ball super