Virus Korona Berkah dan Bencana

Jakarta, sketsindonews – Merebaknya virus korona di muka bumi ini membuat penduduk cemas dan panik dibuatnya. Lantaran penyakit “aneh” itu ribuan nyawa melayang dalam waktu relatif singkat.

Tengok saja Wuhan Ibukota Hubei Tiongkok. Kota ini adalah kota terpadat penduduknya di bagian pusat Tiongkok. Penduduknya berjumlah 9.100.000 jiwa.

Namun akibat virus korona itu, sedikitnya 2000 lebih warganya meregang nyawa. Sebab penyakit itu konon belum ditemukan obat penangkalnya

Untuk mengantisipasi dampak buruk penyakit yang konon berasal dari bakteri, sejumlah negara melarang warganya untuk mengunjungi negara yang terjangkiti virus mematikan itu.

Bahkan sebagian penduduk berbondong-bondong antre untuk membeli masker dalam jumlah besar. Akibat aksi memborong, persediaan alat kesehatan itu laris manis diburu oleh konsumen. Demi alasan hanya untuk mengantisipasi.

Sehingga timbul niat jahat dari oknum penjual atau distributor untuk menimbun masker agar harga meroket.

Tengok saja di Pasar Pramuka yang berada di kawasan Jakarta Timur, masyarakat rela membeli masker dengan harga selangit. Padahal sebelum munculnya virus menakutkan itu, harga satu kotak masker dijual dengan harga Rp 30 ribu. Namun saat ini harga satu kotak masker mencapai Rp250 ribu.

Banyak dari masyarakat dan bahkan beberapa orang dari perusahaan besar mengunjungi pasar Pramuka sejak pagi hari ini. Sejumlah masyarakat membeli masker dalam jumlah besar. Ketika ditanya alasan mereka membeli, lantaran untuk berjaga-jaga.

Bahkan salah satu staf dari perusahaan properti kenamaan di Jakarta juga terlihat membeli masker dalam jumlah besar. Terlihat dua orang tersebut membawa dua kantong besar plastik berisi masker.

“Ini untuk kantor, dalam upaya pencegahan,” kata wanita tersebut dengan singkat. Inilah gambaran sebuah penyakit yang membawa berkah dan bencana.

(Sofyan Hadi)