Home / Artikel / Volunteer MDS dan Bank Sampah Jaga Kali Anak Ciliwung Dari Warga Buang Sampah

Volunteer MDS dan Bank Sampah Jaga Kali Anak Ciliwung Dari Warga Buang Sampah

Jakarta, sketsindonews – Lurah Mangga Dua Selatan (MDS) Kecamatan Sawah Besar Kota Jakarta Pusat Setyanto memyatakan, MDS akan merekrut peran Communities atau Volunteer (sukarelawan) yang ada terkait meminimalisir sampah anak Kali Ciliwung yamg meliputi lintasan RW 01, 02, 04, 05, 06, 07, 08, 09 dan RW 010 untuk warga pinggiran kali mau merawat dan mencintai kali.

Dirinya sungguh miris ketika masih saja melempar sampah kekali, hingga menemukan emak – emak buang sampah kekali.

Komunitas Madupala (Mangga Dua Pencinta Alam) telah menciptakan volunteer sebanyak 18 orang, kini telah merambah rekruitmen hingga IX angkatan dengan jumlah anggota mencapai 88 orang pecinta alam yang siap kami terjunkan dalam mengedukasi masyarakat, ucapnya.(9/11)

Komunitas ini yang diketuai Diki Andika telah memfusi diantaranya Karang Taruna, Remaja Masjid, Buspala dan Madupala sebagai imisiator gerakan anti buang sampah untuk nantinya terjun langsung dalam aksi turun kali dalam melaksankan “exposure” manfaat lingkungan kali bebas sampah.

Sambung Setyanto, kami masih menyelesaikan legalitas formal sebagai kelompok sosial MDS yang nantinya mampu bersama gerakan warga mendorong isu lingkungan menjadi dasar satu tujuan dalam memberikan pemahaman,

Bukan saja pada OTT sampah tapi juga aksi “door to door” menyambangi warga untuk taat tak buang sampah di kali menjadi satu kebiasaan buruk yang masih saja prilaku itu diketemukan oleh anggota PPSU, terangnya.

Nilai Bank Sampah

Selain itu gerakan Bank Sampah juga kami lakukan oleh peran PPSU dalam mengurangi beban sampah untuk berhasil guna, sambung Agis Ahmad Kasi Sarpras MDS.

Sebanyak 67 anggota PPSU MDS diantaranya 11 merupakan pengumpul untuk Bank Sampah secara sigap peran PPSU menjadi nilai tambah. “Kami tetap fokus pada tupoksi zonasi pekerjaan PPSU menjadi prioritas sememtara pembentikan Bank Sampah bagian sambilan mereka dalam mencari kreasi tambahan income PPSU”, ucap Agis.

Kata Ernawati (39) PPSU kami pengumpul bersama teman lainnya dari jemput ke warga terkait sampah hasil limbah untuk kita pilah yang selanjutnya kami jual ke pihak pengumpul Madura.

Sekilo itu senilai 6 ribu rupiah dengan pendapat kami perorang sebulan bisa mencapai 400 tibu hasil bank sampah, maka kami sudah langganan dengan pengumpul besar.

Kami bukan tak mau hasil limbah kita jual ke pihak Sudin LH karena harganya sangat jauh sekali. Kalo kita jual ke Sudin LH hanya sekilo 3 ribu rupiah, kata Erna.

reporer : inong

Check Also

Peluru Nyasar “Latihan Nembak” Nyaris Mengenai Staff Ahli Anggota DPR RI

Jakarta, sketsindonews – Peristiwa peluru nyasar ke Gedung DPR diruang Wenny Warouw Anggota Komisi III …

Watch Dragon ball super