Home / Artikel / Wagub DKI Jangan Tertipu Trik Laporan Sepihak Soal TPST Bantar Gebang

Wagub DKI Jangan Tertipu Trik Laporan Sepihak Soal TPST Bantar Gebang

Jakarta, sketsindonews – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno diingatkan tidak tertipu dan mudah percaya dengan laporan yang diberikan secara sepihak tanpa mengecek langsung kondisi sebenarnya TPST Bantar Gebang pejabat oleh Dinas Lingkungan Hidup saat orang nomor dua di Pemprov DKI itu mengunjungi TPST Bantar Gebang, Jumat (10/3).

“Pak Wagub jangan gampang tertipu laporan maupun trik anak buahnya “ABS” (Asal Bapak Senang) soal sampah Bantar Gebang,” kata Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah.

Amir menilai, saat Sandi mendatangi TPST Bantar Gebang, ada kesengajaan dari petinggi Dinas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup untuk tidak memberikan persoalan sebenranya amburadul TPST. Bantar Gebang.

Pasalnya mereka hanya mengantarkan Sandi ke lokasi tumpukan sampah yang sudah dirapatkan terlebih dahulu.

Sandi sepertinya sengaja tidak dibawa ke lokasi pembuangan sampah yang kondisinya hingga saat ini tak tertata dan pelayanan sampah hingga kesejarhteraan

Selain itu,  terkait keluhan sopir truk soal pembayaran gaji mereka, Amir meminta segera menindaklanjutinya.

Diantaranya dengan memintaini keterangan pimpinan Dinas Lingkungan Hidup.

“Karena selain gaji para sopir yg terlambat dibayar, ternyata sudah bulan ini uang makan mereka juga belum dibayar,” ujar Amir.

Permasalahan lain yang mengendap antara lain soal alokasi pembelian bahan bakar untuk masing-masing truk sebesar Rp 182 ribu per harinya.

“Apabila ada truk yang rusak atau tidak beroperasi, maka uang pembelian solar tetap dikeluarkan, tapi masuk ke kantong oknum-oknum pimpinan Dinas,” ungkap Amir.

Persoalan lainnya adalah untuk mengurangi atau menghilangkan bau sampah, Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan salah satu perusahaan untuk mensuplai tanah merah guna menutup tumpukan sampah.

Namun karena perusahaan itu tidak memiliki lahan tanah merah, maka yang dilakukan adalah mensuplai tanah boncos.

“Akibatnya bau menyengat dari tumpukan sampah makin menjadi-jadi dan menimbulkan kondisi yang tidak sehat pada lingkungan sekitarnya,” papar Amir.

Hingga saat ini dampak bau lingkungan itu pihak Dinas LH hanya berkutik pada masalah kompensasi bagi daerah sekitar, bukan pada solusi penataan dan layanan.

Terakhir, meskipun Pemprov DKI Jakarta sudah memutus kontrak dengan pihak swasta sejak pertengahan 2016 lalu, namun pimpinan Dinas Lingkungan Hidup masih terus berkonspirasi dengan PT Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) untuk mengelola tenaga listrik di TPST Bantar Gebang.

“Pak Wagub harus menyelesaikan segala persoalan TPST hingga tuntas dengan menindak pimpinan Dinas Lingkungan Hidup,” pungkas Amir.

Diketahui, Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengunjungi TPST Bantar Gebang sembari berlari pagi, seharusnya Sandi juga menyusuri secara detail persoalan yang dipandang oleh Pak Wagub menjadi titik masalah.

Ia berlari bersama anggota komunitas lari dan pejabat Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mulai dari Polsek Bantargebang yang terletak di Jalan Raya Narogong.

reporter : nanorame

Check Also

Perda Dewa Tibum, Satpol PP Bisa Bikin Tertib Jakarta

Jakarta, sketsindonews – Perda No 8 Tahun 2007 Tentang Keteriban Umum DKI Jakarta merupaka perda …

Watch Dragon ball super