Home / Artikel / Waktuku Tak Jadi Milikku Lagi

Waktuku Tak Jadi Milikku Lagi

sketsindonews – Manusia memiliki beragam sifat. Sifat posesif begitu sangat menyebalkan menurut beberapa orang. Bahkan mungkin ada yang beranggapan bahwa posesif merupakan sifat yang wajar.

Pacarku bisa dibilang memiliki sifat posesif. Lelaki yang sudah kupacari selama 3 tahun. Tentu aku sudah mengenalnya cukup lama. Sifatnya yang posesif kadang membuatku risih. Waktuku tak jadi milikku lagi. Melainkan menjadi miliknya.

Kemanapun aku ingin pergi, kusempatkan untuk memberinya kabar. Bahkan sebelum aku ingin pergi, aku bertannya “Apakah aku boleh pergi?”
Terkadang jawaban “Tidak” pun dilontarkannya.

Mungkin hal seperti itu sangat menjengkelkan bagi orang lain, bahkan bagi temanku sendiri. Mereka sangat tidak menyukai hal seperti itu.
Kusempatkan waktuku untuk dia.

Setelah pulang kuliah, bahkan sebelum berangkat kuliah. Walau sebentar.
Melihat teman-temanku bermain, kadang aku merasa iri. Tapi, aku berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya.

Seiring berjalannya waktu, rasa iriku pasti hilang, bahkan aku tidak ingat kenapa alasan aku iri.

Kadang akupun memilih untuk tidak ikut pergi bermain dengan temanku. Karena aku tahu, pasti aku tidak diberi izin untuk pergi.

Tak selalu mendapat jawaban tidak. Kadang, akupun diberi izin untuk menghabiskan waktuku bermain bersama temanku. Senang sekali rasanya. Karena biasanya aku banyak menghabiskan waktu bersama teman banya di kampus saja.

Tak hanya posesif. Pacarku juga selalu ada disaat aku membutuhkan dia. Menemaniku saat aku butuh dan selalu memberiku semangat. Karena ia yakin bahwa aku pasti bisa.

Aku percaya, bahwa posesif tak selalu berarti buruk. Kadang, orang melakukan itu karena tidak ingin kehilangan seseorang yang ia sayang.

(Rikhza Hasan)

Check Also

Anggota Dewan Kota Bukan Ngomong Infrastruktur Tapi Bagaimana Mendorong Kesejahteraan Warganya

Jakarta, sketsindonews – Calon Dewan Kota di seluruh wilayah DKI akan mengikuti seleksi tingkat Kota, …

Watch Dragon ball super