Back

Media Terpercaya

Walikota Bayu Mega, Kata “Siap Pak” Harus di Imbangi Fakta Laporan

Jakarta, sketsindonews – Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara sudah bosan dengan jawaban, “siap pak” bagi pamong diwilayah dalam setiap persoalan namun tidak sesuai dengan fakta yang ada. Hal tersebut diutarakan saat rapim Tingkat Kota Jakarta Pusat di ruang pola Kantor Walikota Jakarta Pusat, Selasa (03/03/20).

Rapim salah satu evaluasi terkait masalah artinya seluruh pejabat seluruh pejabat yang hadir pada rapim ini untuk segera memonitor dan dipahami kemudian dipelajari apa saja yang menjadi masukan dalam isi rapim.

“Tolong dimonitor dan dipahami lakukan sesuatu hal penangan secara responsive, pelajari dan lakukan sesuatu,” tegas Bayu Mega.

Kata siap pak, itu harus dilakukan tindakan dan aksi tanpa harus menunda. Itu catatan penting terus dilaksanakan serta kordinasi semua pihak untuk penyelesaian masalah.

Menurut pejabat dilingkungan Walikota, Bayu Mega memang sulit marah terlebih didepan umum namun dirinya sangat mengenal sosok pak Wali, tutur kata beliau itu melihat mejabat suka “omdo” lambat menagani masalah dibiarkan tentunya marah walau dengan tutur nada rendah.

“Intonasi tutur rendah kita terjemahkan tutur pak Wali itu marah, marahnya pak Wali kan tidak semena harus nada tinggi konteknya jelas dalam rapim,” ujar pejabat di lingkungan Walikota.

Sementara dalam Rakorpim masih banyak Kepala Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) di lingkungan Pemkot Administrasi Jakarta Pusat yang tidak hadir menjadi catatan.

Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setko Administrasi Jakarta Pusat, M. Efiskal membenarkan, bahwa setiap agenda rapat di tingkat kota ada absensi dan dicatat Bagian Pemerintahan Jakarta Pusat.

“Alasan, para Kasudin yang tidak hadir dalam rapat biasanya itu ada rapat di dinas sehingga diwakili, selain juga mungkin ada persolan lebih urgensi,” paparnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.