Home / Artikel / Walikota Jakarta Pusat Mangara : Ingatkan Pelaku Ekonomi JP, Itu Bukan Terus Menerus Berlaku

Walikota Jakarta Pusat Mangara : Ingatkan Pelaku Ekonomi JP, Itu Bukan Terus Menerus Berlaku

Jakarta, sketsindonews – Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede saat acara santunan Milad 1 tahun paguyuban pedagang kali lima (JP) di Hotel Alila Pecenongan Kecamatan Gambir mengingatkan kepada seluruh pelaku ekonomi yang selama ini menjadi binaan Sudin UMKM Kota Jakarta Pusat.

Dalam arahan Mangara tak segan secara kritis menyikapi berbagai dinamika pedagang yang kini banyak dihadapii oleh persoalan penataan hingga estetika yang bersumber pada K3 (Kenyamanan, Kebersihan dan Ketertiban bagi penggiat ekonomi di fungsi fasum fasos.

Kata Mangara bahwa JP itu bukan satu satunya yang diberlakukan secara terus menerus dalam melakukan akitifitas penggiat ekonomi dalam satu lokasi yang sudah ditunjuk dalam binaan pemerintah, tukasnya.

Makanya disebut lokasi sementara, sampai kapan mereka boleh melakukan ekatifitas selama mereka tidak dilarang oleh pemerintah DKI Jakarta.

Maka ketika dilarang oleh pemerintah mereka itu harus kooperatif dalam melakukan penataan untuk ditertibkan secara baik dalam pemenuhan nilai – nilai bagi kepentingan umum, yakni kebersihan, koridor jalan hingga sampai dilakukan dihapuskan JP, tukasnya.

“Kami harap ini harus ada pemahaman yang sama untuk kita sepakati, tegas Mangara. (26/11)

paguyuban jp. hotel alila. doc

Dimana problematika yang dinamis akan terus berkembang sehingga pemerintah harus mencari alternatif bagi kepentingan umum.

Saya katakan penertiban sesuatu hal yang tidak disukai pemerintah DKI Jakarta, dan pemerintah tidak akan melakukan penertiban terkecuali tidak adanya kooperatif nilai kebersihan, kenyamanan publik serta pengunjung itu sendiri, ucap Mangara.

Penertiban PKL pada dasarnya adalah mengatur terselenggaranya pelaku usaha melakukan aktivitas agar lebih tertib, dengan kenyamanan iklim yang kondusif dengan dinamika yang ada.

Ketika pemerintah menemukan indikasi tidak tertib maka pemerintah akan memastikan bahwa JP itu perlu dilakukan penataan hingga larangan untuk tidak beroperasi dengan dasar keamanan lingkungan bagi semua pihak.

Dari 48 JP yanga ada, sebanyak 55 yang tertera, namun selebihnya 7 JP sudah dihapus oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat, karena ada persoalan secara administatif atau munculnya dinamika internal sehingga perlunya adanya evaluasi secara keseluruhan untuk tidak dilanjutkan dalam kegiatan aktivitas ekonomi.

Paguyuban dan Pemanfaatan 

Mangara juga menyinggung paguyuban yang terbentuk dalam pelaku ekonomi juga harus tidak digiring pasa persoalan politisasi sehingga adanya pemanfaatan.

Padahal kita tahu potensi yang ada sangat rentan, apalagi tergiring secara politik maka fungsi pemberdayaan ekonomi bagi pelaku ekonomi menjadi tidak fair secara internal.

“Dari 3065 pedagang non formal (JP) yang sekarang terdata ini menjadikan sebuah investasi dalam membangun peberdayaan karena PKL mempunyai kekuatan yang tidak mudah tergerus dalam menghadapi dinamika tumbuh kembang perekonomian.

Tambah Mangara Mantan Sekwan ini juga menuturkan apa saja yang dilanggar para PKL yakni, sulit bagi pedagang karena banyak pelaku yang tidak tertib atau sadar dalam melakukan aktifitas ekonomi.

Berjualan dengan cara majunya merebut bandar jalan bahkan menutup jalan, ini sebenarnya merugikan pedagang sendiri sehingga muncul pengunjung yang tidak nyaman, sehingga publikpun sungguh sangat dirugikan, kata Mangara.

Sementara Pengurus Pedagang Poncol Lili (46) di tempat yang sama menyatakan, bagi kami sambutan arahan Walikota Mangara sangat keras walau sangat positif bagi paguyuban, karena itu menjadikan buat kami masukan agar kami lebih punya eksistensi di dalam paguyuban JP dengan berbagai persoalan, tukasnya.

Acara Milad pertama kali ini selain kami mengadakan santunan sebanyak 100 anak yatim juga atas kerja sama antar ketua ketua JP serta pihak Bank DKI Jakarta, BPJS Ketanaga Kerjaan, Hotel Alila yang sudah mensupport kegiatan milad menjadi sukses.

Ini akan menjadi kegiatan rutin nantinya karena kami juga terus meningkatkan peran kepedulian antar pedagang, pengurus serta pelaku ekonomi dalam aspek Kedepannya, ucap Lili.

Hadir dalam milad pertama paguyuban JP Kasudin UMKM Jakarta Pusat Bangun Richard, Asisten Ekonomi Bakwan Ginting, para Camat Gambir Fauzi, Camat Sawah Besar diwakili Sekcam Edy S, Camat Menteng Paris Lembong serta para Lurah.

reporter : nanorame

 

 

 

 

Check Also

Kalahkan Kejahatan Dengan Kasih Tuhan

Roma 12: 9-21 Renungan, sketsindonews – Kasih ini mesti dimulai dari dalam dulu, karena, tidak …

Watch Dragon ball super