Home / Berita / Sebut Walikota Jaktim Mafia Pertanahan, Andar Dukung Anis Pecat Walikota
Direktur Eksekutif Goverment Again and Discrimination (GACD) Andar Situmorang saat berada di KPK. (Dok. sketsindonews.com)

Sebut Walikota Jaktim Mafia Pertanahan, Andar Dukung Anis Pecat Walikota

Jakarta, sketsindonews – Direktur LSM GACD, Andar M Situmorang dukung langkah Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan yang telah memecat Walikota Jakarta Timur dari jabatanyya sebagai orang nomor satu di Jakarta Timur.

“Salam Jakarta, saya Andar M Situmorang Advokat Ormas Patriot Muda, Pemilik LSM GACD dan juga Ketua Umum Yayasan Komposis Guru Nahum, selaku warga DKI Jakarta, Kecamatan Duren Sawit mendukung habis Gubernur DKI Anis-Sandi untuk memecat walikota Jakarta Timur yang memang merangkap jadi mafia pertanahan di Jakarta Timur,” ucap Andar melalui video yang diterima oleh sketsindonews.com, Kamis (19/7).

Melalui video berdurasi lebih dari 4 menit tersebut, Andar mengucapkan terimakasih kepada Gubernur DKI, karena sebelumnya pada 22 Februari 2018 lalu dia telah mengirimkan surat ke Balai Kota. “Walaupun telat dipecatnya itu walikota, tetap saya bilang terimakasih,” katanya.

Terkait polemik pemecatan yang dilakukan melalui Pesan WhatsApp yang berpotensi melanggar menurut Aparatur Sipil Negara (ASN), Andar menggap bahwa keputusan tersebut merupakan Hak seorang Gubernur.

“Ga usah dipusingkan itu ASN, tapi ganti dia (Walikota) bermasalah,” tegasnya.

Andar juga memaparkan bahwa dalam surat yang dikirimkan kepada Gubernur, dia menyebutkan pihak-pihak yang diduga merupakan Mafia Tanah di wilayah Jakarta Timur.

“Jadi biar Pak Gubernur juga tau
sesuai bundel surat saya, saya kirim kepada pak gubernur pada tanggal 22 Februari 2018, bahwa Walikota, Bambang; Camat Duren Sawit, Abu Bakar; Mantan Lurah Silitongan yang sekarang menjadi Sekcap Pasar Rebo; Ketua Rt 01 Pondok Kopi Sriyanto; Ketua RW, karena mereka inilah mafia pertanahan di Jakarta Timur,” ungkapnya.

Lebih jauh dia menambahkan, “Walikota itu merangkap sebagai komandan mafia pertanahan, memang harusnya dari dulu sudah dipecat.”

Saat kepemimpinan Gubernur sebelumnya, Andar mengatakan bahwa terkait mafia pertanahan tersebut telah dilaporkan namun tidak ada respon.

“Jujur waktu Djarot Gubernur, saya sudah laporkan, saya laporkan ke polisi Polres Jakarta Timur mereka ini tersangka, tapi waktu Djarot ga jalan itu, malah djarot nutupin mereka itu,” ungkapnya.

Untuk itu Andar mengatakan siap mendukung langkah Gubernur dan merasa bahwa Gubernur DKI saat ini cocok menjabat selama dua periode. “Sekaranglah saatnya saya mendukung
kami mendukung, ormas saya, saya sebagai ketua Patriot Muda, LSM saya mendukung habis-habisan pak Gubernur dua periode,” ujarnya.

Lebih dari itu, sebagai bentuk apresiasi, Andar mengajak orang Gubernur DKI Jakarta untuk bersama-sama menciptakan Jakarta yang indah.

“Bapak boleh liat tanah yang dipojok Pondok Kopi yang terkumuh itu,
itu tanah saya giriknya saya punya
tapi walikota camat disitu cari untung sendiri, disewa-sewain, dikapling-kaplingin, sekarang berapa satu bulan mereka dapat dari itu, saya minta kepada Pak Gubernur supaya diratakan itu dibikin jadi tanah yang bagus supaya Jakarta jadi indah,” ujarnya.

“Mulai dari jaman Ahok itu ga jalan, surat saya tidak diterima,” tambahnya.

Kembali dalam video tersebut, Andar memberikan suport kepada Gubernur untuk tidak perlu mendengarkan pihak-pihak yang bersebrangan dengan keputusannya.

“Terimakasih pak gubernur, itu hak mu memecat, tidak usah didengarin itu DPR, itu kepentingan mu, memang mereka ini ada dasarnya untuk dipecat jadi ga perlu lagi jabatannya kalau bisa itu mohon juga berkas-berkas mereka dilimpahkan ke Kejaksaan supaya dituntut ini pidana maksimum, mereka ini mafia tiap bulan menerima setoran yang dikapling-kaplingin itu ada 200 rumah itu, bahkan walikota itu dengan liarnya bilang itu tanah perumnas lah inilah jadi layak itu dipenjarakan,” paparnya.

Terakhir dia kembali mengucapkan terimakasih dan siap mendukung Gubernur DKI Jakarta. “Terimakasih pak Gubernur, kembali lagi saya, kami ormas saya, kami ormas, LSM GACD di belakang Pak Gubernur, siap habisi mereka,” tutupnya.

Berikut video yang diterima:

(Eky)

Check Also

Gubernur DKI Anies Lantik 16 Pejabat, Hilangkan Dikotomi Loyalis dan Ahokers

Jakarta, sketsindonews – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sepertinya ingin menghilangkan di kotomi terkait pejabat yang masih Ahokers atau bukan (loyalis) hal ini setelah Anies melakukan rotasi pejabat dilingkungan Pemprov DKI sebanyak 16 pejabat yang dilantik ternyata mayoritas Ahokers.

“Ada bagusnya juga pak Anies mengangkat Ahokers”. Kata Amir Hamzah Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW)

Sepertinya Gubernur DKI ingin menghilangkan dikotomi antara Ahokers dan loyalisnya di lingkungan Pemprov, terang Amir (25/9)

Namun, Amir berharap, rotasi pejabat kali ini tidak hanya sekedar memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain. “Semoga saja  dengan adanya rotasi ini, pembangunan dan penyerapan anggaran bisa berjalan baik. Akan jadi hal yang sia-sia (rotasi) bila hanya menggeser persoalan dari satu tempat ke tempat lain,” jelasnya.

Disisi lain, menurut Amir, dengan adanya rotasi pejabat hari ini, Gubernur Anies Baswedan berarti sudah bisa menyelesaikan persoalannya dengan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara). “Persoalan dengan KASN berarti sudah clear,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan sempat berseteru dengan KASN terkait rotasi pejabat dilingkungan Pemprov DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Amir juga mendorong Anies untuk mempertimbangkan kembali puluhan pejabat yang dicopot sepihak Ahok. Padahal sebagian dari mereka sudah lolos mengikuti lelang jabatan yang dilakukan Ahok.

Sejumlah mantan pejabat itu diantaranya, Mahendra (wakil kepala Bappeda), I Gede Sonny (Kepala BPPBJ), Ahmad Sotar (Sekretaris DPRD), dan Syamsudin Noor (walikota Jakarta Selatan).

Ini Dia Pejabat Yang Dilantik

Pejabat Eselon II 

1) Irwandi sebagai Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Pusat Jabatan sebelumnya: Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan DKI Jakarta

2) Ali Maulana Hakim sebagai Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara Jabatan sebelumnya: Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta

3) Junaedi sebagai Wakil Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu

4) Blessmiyanda sebagai Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa DKI Jakarta

5) Andri Yansyah sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Jabatan sebelumnya: Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta

6) Adi Ariantara sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan DKI Jakarta Jabatan sebelumnya: Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta

7) Djafar Muchlisin sebagai Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta

8) Ismer Harahap sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang

9) Yuli Hartono sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Lingkungan Hidup

10) Yudi Amiarno sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu

11) Tri Kurniadi sebagai Sekretaris BKSP Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur

Pejabat eselon III 

1) Suzi Marsitawati sebagai Kepala Bidang Pertanaman Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta

2) Atika Nur Rahmania sebagai Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta

3) Nurjannah sebagai Kepala Suku Badan Pengelola Aset Daerah Kota Administrasi Jakarta Selatan

4) Wahyu Dianari sebagai Kepala Bidang Pengendalian Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta

5) Ricki Marojahan Mulia sebagai Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta

reporter : nanorame

 

Terkait

Watch Dragon ball super