Warga Cerdas Paseban Desak Satpol PP Lakukan Action Penataan Gabungan di Kawasan Senen

Jakarta, sketsindonews –  Langkah kongkrit yang dilakukan masyarakat terhadap antisipasi sterilitas trotoar dalam pemasangan spanduk akan menjadi sia-sia, jika peran SKPD seperti Satpol PP tidak bisa menangkap aspirasi para RW di lingkungan Kecamatan Senen.

“Seperti terlihat spanduk besar beberapa titik terpasang, namun warga akan menjadi pesimis karena hingga saat ini tak ada satupun action satpol PP gabungan untuk menertibkan menata para PKL, parkir semakin menjamur,” ujar Ketua RW 05 Yahya Bone.

“Kami bersama masyarakat lingkungan sangat menginginkan gerakan kami ini ada pengimbangan langkah lanjutan dari Satpol PP secara gabungan menegakam aturan,” tandas Bone.

Yunus (58) Ketua RW 03 juga mengkritisi pihak Satpol PP yang tidak tanggap dalam menilai langkah kongkrit masyarakat untuk mendukung jalan Senen Raya – Salemba Raya menjadi destinasi trotoar bagi publik.

Dilain pihak Krisna Hanura (FKDM) justru menyayangkan wilayah lain yang berdampak pada singgungan trotoar seperti Kelurahan Kramat dan Kenari belum melakukan hal yang sama dalam satu gerakan secara bersama membangun tekad masyarakat.

“Kalo Satpol PP diam, ini seperti ada apa-apa nya dong, ini menjadi preseden buruk tanggapan dari lingkungan semakin miring atas dedikasi penegakan aturan,” katanya.

“Sisi lain kami meyakini warga mendukung tapi kalo Lurah tidak berinisiatif seperti yang kami sudah lakukan saat ini menjadi tanggung jawab pimpinan Camat dan Walikota Jakarta Pusat,” tegasnya.

Sanusi Anggota Dewan Kota Jakarta Pusat ketika disinggung partisipasi gerakan warga menjaga trotoar mengatakan, dirinya akan kordinasi pihak-pihak  Kelurahan lain mendukung gerakan ini dalam upaya kawasan “show window” kawasan Senen Raya-Salemba menjadi keinginan Guberjur DKI Jakarta Anies Baswedan memprioritaskan pejalan kaki lebih utama seiring program Gubernur memberikan kenyamanan kebahagian warganya.

“Tekad Gubernur harus kita dukung sesuai KSD program Gubernur, inilah kita berikan sebuah cara sebelum terlambat atas ulah oknum pemanfaatan trotoar menjadi bentuk lain,” ucap Sanusi.

Dipihak lain secara terpisah  Sekretaris Kota Jakarta Pusat Iqbal Akbarudin saat diminta tanggapan mengatakan, masalah ini perlu duduk bersama antara SKPD-UKPD terkait, karena pemanfaatan trotoar terdiri dari beragam aktivitas secara subjektif.

Maka, penanganannya perlu alternatif solusi guna menetapkan kebijakan sesuai tupoksi masing-masing UKPD secara terintegrasi.

“Artinya, kecerdasan ini perlu ditangkap oleh otoritas kebijakan dalam menyajikan konsep penataan seterilitas kawasan sesuai keinginan semua pihak,” tuturnya.

Iqbal mengaku bangga dengan trotoar saat ini dan juga banyak pengakuan masyarakat luas dan harapan kedepan pemanfaatannya juga dapat terdistribusi dengan baik sesuai ketentuan yang ada secara optimal.

“Peran animo masyarakat perlu kita dukung menjadi satu gerakan sinergisitas untuk secara reponsif dimana pemerintah untuk terlibat bersama warga cerdas di wilayah kawasan bersinggungan trotoar,” tutup Iqbal.

(Nanorame)