Warga CPT Minta “Si Odong” Bikin Ribet Lingkungan Minta di Tertibkan

Jakarta, sketsindonews – Warga Cempaka Putih Timur meminta pemerintah instansi terkait melakukan penertiban operasi si Odong – Odong kini semakin ribet selain mengganggu lalin hingga masuk lingkungan warga.

Hal ini mencuat saat pra musren Kelurahan Cempaka Putih Timur, yang dihadiri oleh para Ketua RW dan tokoh masyarakat dan meminta menjadi perhatian pemerintah terkait, bertempat dilantai II Kantor Kelurahan CPT Jalan Cempaka Putih XIII.

Menurut sumber warga odong – odong sudah bagai “Hantu” saja bukan hanya menganggu keindahan lingkungan Cempaka Putih tapi tak ada aturan saat dijalan berbelok.

“Begitu ada masalah dengan pengendara lain mereka justru tak bertanggung jawab akibat ulah si Odong di jalan,” umpat warga, Rabu (29/01/20).

“Setiap harinya odong -odong masuk kewilayah hingga mencapai 30 unit dengan hilir mudik masuk lingkungan,” ucap sumber lain salah satu Ketua RW yang tiidak mau disebut.

Menurutnya sesuai data yang ada di wilayah Cempaka Putih sendiri hanya sekitar 15 unit. Namun karena ekspansi si Odong dari wilayah lain, maka wilayah kami semakin tak tertib.

“Ekspansi si Odong masuk kewilayah kami terutama dari berbagai wilayah Johar Baru, Tanah Tinggi dan H. Ten Jakarta Timur,” tandas warga.

“Untuk tidak menjadi Hantu si Odong warga meminta penertiban terpadu, terutama pihak Dishub untuk melakukan penertiban secara hukum pada titik lintas,” pungkasnya.

Penanganan ini harus ada lintas sektoral antar wilayah terhadap operasional si Odong untuk menjadi polemik selain kendaraan itu tak jelas seperti kereta api tanpa rel selain tak memiliki surat, jenis mahluk apa itu si Odong.

“Sentara Lurah CPT Shinta Purnama mengatakan, soal usulan ini nanti kita akan TL secara langsung untuk operasi si Odong untuk di tertibkan karena diakuinya sudah menjadi persoalan diwilayahnya,” ucap Shinta.

(Nanorame)