Back

Media Terpercaya

Warga Datangi Polres Pamekasan Minta Usut Kasus BST Corona

Pamekasan, sketsindonews – Sejumlah warga di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mendatangi Polres Pamekasan, meminta haknya sebagai penerima bantuan sosial tunai (BST) mendapatkan bantuan tersebut. 

Sebab hingga kini BST tersebut tidak diketahui jejaknya. Mereka menduga BST ditilap kepala desa. Sehingga meminta polisi mengusut kasus dan menegur kepala desa bersangkutan. 

Jumlah BST tersebut senilai Rp200 ribu. Tahap pertama per tiga bulan sekali, mulai Juli hingga September, mereka belum menerima bantuan. 

Imam Wahyudi (27) warga Desa Samatan selaku penerima BST sekaligus pelapor mengatakan, rekannya sebagai penerima BST sedikitnya ada 26. Sejak diketahui mereka sebagai penerima, bantuan corona tersebut tidak pernah sampai ke tangannya. 

“Kami tahu ada BST Provinsi dari Dinas Sosial Pamekasan. Namun setelah kami cek, ternyata bantuan ini sudah dicairkan, tapi tidak sampai kepada kami,” kata Imam saat dimintai keterangan awak media, Senin (14/9/20) siang. 

Prosedur pencairan BST melalui pos. Namum semenjak mereka mendapatkan, desa tidak pernah melakukan sosialisasi kepada penerima. Namun Dinsos mengonfirmasi jika bantuan tersebut sudah cair dan ditandatangani penerima. 

“Desa tertutup kepada penerima. Tidak ada sosialisasi soal BST. Makanya kami meminta agar Polres turun tangan,” pinta dia. 

Terpisah, Kepala Desa Samatan Moh. Tamyis membantah pihaknya menilap bantuan BST. Sejauh warganya mendapatkan bantuan, ia melayani dan menyampaikan kepada penerima. 

“Bantuan sudah tersalurkan semua. Tidak ada yang diselewengkan,” kata Tamyis saat ditelepon. 

Tamyis mengklarifikasi perihal 26 penerima BST Provinsi Jatim. Ke 26 penerima tentu tidak bisa mendapatkan BST Rp200 ribu. Sebab di antaranya ada yang tercatat sebagai penerima BLT, dan PKH. 

“Lantas kemana bantuan ini, kami alihkan kepada warga yang tidak mendapatkan bantuan. Jadi tidak kami selewengkan,” ujarnya. 

(nru/pwk) 

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.