Warga Paseban “Door to Door” Berikan Edukasi Sterilitas Trotoar  Kawasan Kramat – Salemba

Jakarta, skestsindonews – Warga Peseban terdiri dari element komponen mulai Satpol PP Kelurahan, Dewan Kota, FKDM, LMK, RT/RW lakukan komitmennya untuk mendukung sterilitas kawasan Senen Raya – Salemba dalam bentuk terjun langsung “door to door” menemui pedagang yang berjualan dikawasan tersebut.

Lurah Paseban, Muhammad Sholeh menuturkan kegiatan sosialisasi langsung ini malam ini dimulai pukul 20.00 – 12.00 WIB mulai titik trotoar SMK 34 Kramat Raya hingga Jalan Salemba Matraman atas keinginan warga Paseban untuk terus mendukung pemerintah DKI Jakarta dalam menata kawasan.

“Sosialisasi himbauan warga langsung memberikan surat himbaun kepada pedagang di trotoar dengan No : 557/-1.756.1 tertanggal 20 November 2019 Tentang himbauan dengan pencatatan aturan terkandung untuk segera menggosongkan usaha PKL, melakukan penertiban sebagai langkah kedua hingga melakukan penertiban,” paparnya, Sabtu (30/11/19).

“Sebanyak 30 pedagang secara umum kita berikan edukasi fungsi trotoar sesungguhnya menjadi fungsi publik, yang terbanyak di depan RS. Sint Corolus untuk nantinya menjadi titik fokus masalah,” ujarnya.

“Hasil ini juga di temukan pelanggaran pedagang oleh penerangan lampu atas ulah permainan oknum, ini nantinya akan ditindak lanjuti oleh Kasatgas Satpol PP Kelurahan RA Yusuf untuk melakukan penyidikan atas fasilitas penerangan lampu tanpa ijin,” ungkap Sholeh.

Sebelumnya Camat Senen, Rony Jarmiko menjelaskan bahwa pihaknya sebagai pelayan masyarakat. “Apa yang menjadi satu gerakan warga secara positif akan kita terus dorong mengingat kawasan ini sudah di inisiasi warga paseban,” ujarnya.

Ronny juga berjanji dihadapan para element warga peduli untuk mengajak 4 Kelurahan lain yang bersinggungan trotoar untuk melakukan hal sama, apa yang sudah dilakukan warga paseban menjadi satu peran partisipatif positif membangun hasil trotoar sesuai dengan fungsinya.

Untuk diketahui Senen dengan berbagai problematika seiring pemerintah menyelesaikan tidak bisa sendiri tanpa dukungan warga aktif melaksanakan sukses program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Mari kita ciptakan kawasan Senen Raya lebih tertata menjadi kawasan produktif selain mengoptimalkan nilai hasil pembangunan trotoar benar secara sungguh masyarakat publik memahami apa yang menjadi cita – cita pemerintah berubah image jalan ini menjadi “wow” serta “keren”,” kata Rony.

Dilain pihak Ketua RW 05, Yahya Bone secara kontruktif mengatakan, menata trotoar kawasan Senen harus dijalankan dengan peran SKPD secara tegas mampu menterjemahkan bahasa Gubernur DKI Anies.

“Bukan dengan diam apa yang sudah kami lakukan untuk responsif, kami (warga) Paseban sudah memulai dengan gerakan partisipatif sehingga kalo dikerjakan serentak menstrilkan kawasan ini,” katanya.

“Pemanfaatan dibangunnya trotoar main set saat ini bahwa pedagang boleh dengan seenaknya, di luar itu banyak pihak – pihak lainpun akan sadar secara malu bahwa trotoar itu bukan untuk menjadi pemanfaatan serta menjamin menjual trotoar menjadi transaksional oknum,” tukas Bone.

(Nanorame)