Home / Artikel / Wasekjen Hanura : Statement Ketua KPK Tendensius Sikapi OSO

Wasekjen Hanura : Statement Ketua KPK Tendensius Sikapi OSO

Jakarta, sketsindonews – Dalam sebuah diskusi yang dirilis pada media online mengatakan bahwa Agus Raharjo menyebut rangkap jabatan yang dilakukan oleh OSO (Oesman Sapta Odang) sekaligus Ketua Umumnya Partai Hanura, Ketua Dewan Perwakilan Daerah dan Wakil Ketua MPR itu adalah seperti banci.

Lontaran Agus Raharjo yang notabene selaku Ketua KPK ini patut disayangkan dan tidak berdasar sehingga patut dipertanyakan kapasitasnya selaku Ketua KPK.

Ucapan Agus Raharjo mengapa musti dipertanyakan ?

Pertama, Agus Raharjo ini tidak memahami kronologi yang utuh tentang jabatan yang diemban oleh OSO dan seolah OSO dikonotasikan serakah dengan jabatan.

OSO mendapatkan jabatannya tidak secara serta merta. Dari jabatan Wakil Ketua MPR lalu menjadi Ketua Partai Hanura terus kemudian Ketua DPD.

Tidak benar jika OSO yang menghendaki sendiri melainkan konsekuensi dipilih sesuai dengan aturan perundang – undangan.

Kedua, lontaran ucapan OSO seperti Banci sungguh memalukan dan tendesius.

Kata Banci itu lekat pada soal jenis kelamin yang artinya tidak berjenis kelamin laki atau perempuan atau laki – laki yang bertingkah laku dan berdandan seperti perempuan.

Apakah pantas jika kata Banci dilekatkan dengan rangkap jabatan OSO? Agus Raharjo tidak saja memalukan dirinya sendiri tapi juga membawa kridibilitas institusi KPK.

Sepertinya Agus Raharjo sepertinya memiliki tendensi mengalihkan isu tuntutan publik terhadap lembaga yang dipimpinnya.

Integritas dan perilaku bermartabat seperti apakah seorang Agus Raharjo dengan ucapannya seperti itu?

Ketiga, Agus Raharjo mempersoalkan ranah DPD itu perwakilan daerah atau parpol ini menandakan kebodohannya sendiri. Sudah jelas bahwa anggota DPD boleh dari parpol dan tidak ada spesifik yang mengatakan sebatas anggota atau pun fungsionaris.

Agus Raharjo musti banyak membaca dan mendengarkan informasi terutama bagaimana Putusan MK Nomor 10/PUUIV/2008 atas Uji Materiil Pasal 16 dan 67 UU No 10/2008 terhadap UUD 1945, yang memperbolehkan kader parpol menjadi anggota DPD.

Untuk itu saya Sayed Junaidi Rizaldi – Wasekjen Partai Hanura menuntut Agus Raharjo untuk mengklarifikasi dan meralat ucapannya sekaligus meminta maaf atas kesalahannya secara terbuka.

Saya melawan Agus Raharjo bukan berarti saya melawan KPK. Agus Raharjo dengan sengaja telah membuat buruk integritas KPK.

reporter : nanorame.

Check Also

Caleg Dhuafa Bersatu 2109, Legislator Harus Jujur dan Adil

Jakarta, sketsindonews – Agak aneh dan lucu tapi ini realitasnya dalam panggung masuk arena poltik …

Watch Dragon ball super