Home / Artikel / Waspada, Gas Elpiji Isi Air Beredar di Masyarakat

Waspada, Gas Elpiji Isi Air Beredar di Masyarakat

Jakarta, sketsindonews – Kepolisian Sektor Bekasi Utara, Kota Bekasi, berhasil mengungkap kasus gas elpiji palsu berisi air di wilayah setempat pada Minggu (11/12) petang.

Dalam kasus tersebut, polisi menangkap dua orang tersangka, masing-masing Forman Tambunan (22), dan Yudi (25).

Kasubag Humas Polres Metro Bekas Kota, AKP Erna Ruswing mengatakan, pengungkapan itu bermula dari laporan masyarakat, bahwa ada penjual tabung gas ke toko-toko yang dicampur air sekitar pukul 17.00 WIB.

“Kemudian anggota lapangan melakukan pencarian sesuai ciri-ciri mobil bak yang digunakan pelaku,” kata Erna, Senin, (merdeka.com 12-12-2016)

Alhasil, petugas menemukan mobil bak terbuka jenis Suzuki Carry B 9208 KAN di Komplek Seroja, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi yang memuat puluhan tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram dan 3 kilogram.

“Anggota kemudian memberhentikan, lalu melakukan interogasi kepada dua orang penumpang di dalam mobil,” jelasnya.

Hasil interogasi, kata dia, pelaku mengaku mengoplos gas. Yakni gas elpiji dari tabung 3 kilogram dipindahkan ke tabung ukuran 12 kilogram. Sedangkan, tabung 3 kilogram diisi dengan air, hasilnya lalu dijual ke warung-warung.

“Tabung gas elpiji 3 kg disuntikkan atau dipindahkan ke tabung 12 kg dengan perbandingan satu banding tiga, sedangkan untuk yang tabung 3 kg diisi dengan murni air,” tegasnya.

Dari kasus itu, polisi menyita 74 tabung gas isi air ukuran 3 kg, 13 tabung gas kosong 12 kg, 2 buah regulator selang, 2 regulator besi, 85 kondom, 186 tutup tabung gas, kunci inggris, mobil, uang hasil penjualan Rp 2 juta lebih.

Kini tersangka mendekam di sel tahanan Polsek Bekasi Utara, dijerat dengan Undang-Undang Migas, serta perlindungan konsumen, ancamannya hukuman pernjara di atas lima tahun penjara.

Sebuah gudang dijadikan tempat mengoplos gas elpiji 3 kg (bersubsidi) ke gas elpiji 12 kg (nonsubsidi) di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, digerebek polisi. Dari lokasi, polisi menangkap tiga orang yang sedang asyik mengoplos gas tersebut.

Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Umar Surya Fana mengatakan, tiga tersangka yang ditangkap antara lain, HP alias Ambon (42), M alias Domo (47), dan S alias Asmun (35). Mereka ditangkap pada Jumat (2/12) siang ketika sedang melakukan pengoplosan gas.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lain yang juga terlibat dalam kasus ini,” kata Umar, Senin.

Umar mengatakan, kasus itu terungkap setelah petugas mencurigai dengan aktivitas di sebuah gudang semi permanen.

Di lokasi yang berada di tengah perkampungan warga tersebut sering terlihat keluar masuk kendaraan bak terbuka mengangkut tabung gas 3 kg, tapi yang dijual adalah gas 12 kg.

“Kami kemudian melakukan penyelidikan, ketika sudah cukup bukti, anggota melakukan penggerebekan,” kata Umar.

Umar mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, mereka mengakui kalau mengoplos gas Elpiji dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg. Gas hasil oplosan dijual atau didistribusikan ke sejumlah wilayah Jakarta Timur maupun Depok.

“Setiap hari, pelaku bisa memproduksi tabung gas 12 kg mulai 80-100 tabung. Keuntungan satu tabung gas bisa mencapai Rp 75 ribu,” katanya.(*)

Check Also

Sudah Ribut Peganti Wagub DKI Sandi, Sementara SK Presiden RI Belum Diterima Sandiaga

Jakarta, sketsindonews – Pengunduran diri Wagub Sandiaga Uno belum sepenuhnya sah secara UU masih ada …

Watch Dragon ball super