What Would Jesus Do?

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” Matius 5: 16

Renungan, sketsindonews – Saya teringat sebuah percakapan dengan salah satu teman di cell group saya sekitar tujuh tahun yang lalu. Saya memanggil dia Uda karena dia berasal dari Padang.

Uda adalah seorang muslim yang akhirnya memutuskan menjadi seorang Kristen ketika sedang berkuliah di Melbourne.

Suatu saat saya pernah menanyakan kepada Uda kenapa dia memutuskan menjadi Kristen padahal keluarganya tidak setuju bahkan hampir membuangnya.

Uda hanya menjawab: “Karena aku tuh dulu ngeliat hidup abang kayaknya damai terus. Terus aku tanya ke dia, ‘Bang, kenapa lo kayaknya hidup adem-adem aja, kayak ga ada masalah?’, Terus Abang cuma jawab, ‘hidup gw bukannya ga ada masalah, tapi karena ada Tuhan didalam gue.”

Abang adalah salah satu teman cell group kami. Abang dan uda berkenalan pada saat mereka berdua bekerja sebagai part-time di kedai makanan Indonesia di Melbourne.

Abang tidak perlu berteriak-teriak ataupun memaksa untuk mengenalkan Kristus ke Uda, hanya dengan cara hidup yang diajalankan Uda bisa melihat bahwa hidup dalam Kristus seperti apa hingga Uda memutuskan untuk menjadi seorang Kristen.

Di kitab kejadian tercatat bahwa kita diciptakan serupa dengan Allah. Hal ini bukan tentang fisik, melainkan tentang karakter.

Karakter kita hendaknya sepadan dengan karakter Allah. Karena itu mengapa didalam Alkitab, jelas sekali Kristus meminta kita menjadi garam dan terang dunia.

Hal ini berarti Kristen adalah sebuah gaya hidup. Kita adalah kitab terbuka yang bisa dibaca oleh orang-orang untuk mengenal Kristus.

Tantangan menjadi seorang Kristen adalah berani berbeda untuk menyatakan kebenaran.

Proses ini sangat sulit, mungkin kita akan dirundung atau dianggap aneh, tetapi ingatlah bahwa kita tidak sendirian. Tuhan Beserta Kita.

Ketika masa SMP dan SMA, saya suka memakai gelang dengan statement yang sangat terkenal pada zamannya What Would Jesus Do? (WWJD) untuk mengingatkan saya sebelum bertindak apa yang akan Yesus lakukan bila diposisi saya.

Slogan ini akhirnya menjadi nilai yang saya pegang dalam hidup sehari-hari hingga saat ini.

Apabila dalam pekerjaan saya menghadapi masalah, biasanya saya mencari kesempatan untuk berdoa, “Apa yang Engkau lakukan, Tuhan, apabila Engkau ada diposisiku sekarang?”.

Memang kadang solusi yang ditawarkan dunia sangat menarik dan mudah, tetapi apakah Dia berkenan dengan solusi ini?.

Disinilah tantangan menjadi terang dunia. Kiranya kita terus bersinar dimanapun kita ditempatkan dan teruslah menjadi saksi Kristus.

(Sumber: Warta Jemaat GKI Kayu Putih / Citra Surya)