Home / Artikel / Wisma Atlit Kemayoran Untuk Siapa, 10 Ribu Warga DKI Tak Memiliki Rumah

Wisma Atlit Kemayoran Untuk Siapa, 10 Ribu Warga DKI Tak Memiliki Rumah

Jakarta, sketsindonews – Tercatat sekitar 10 ribu warga DKI Jakarta tak memiliki rumah tetap karena regulasi rumah rusun di Jakarta belum bisa memenuhi kebutuhan layak rumah sehat bagi warga Jakarta.

Masih banyak warga pinggiran kali memenuhi bantaran kali Ciliwung dan Kali Sentong. Sementara revilltalisasi keberadaan rusun, bedah kampung saat ini akan di berlakukan dalam mata anggaran 2018 dalam menata kawasan kampung dan rusun. (11/9)

Itupun belum memenuhi apakah program menata kampung bisa berjalan menrmalisasi kawasan kumuh.

Wisma Atlit (Atlethes Village) Kemayoran yang di peruntukan pasca Atlit Asian Games yang menjadi rusun modern di tengah kota Jakarta konon katanya warga bisa memiliki Wisma Atlet yang secara diam – diam imformasi warga bisa mendapatkan rumah rusun Atlit.

Pantauan sketsindonews.com wisma atlit banyak di incar bahkan banyak mejabat pemda (DKI) sudah memesan rusun tersebut melalui Dinas Perumahan DKI Jakarta.

Benarkah, wisma Atlit nantinya menjadi Asset Dinas Perumahan DKI Jakarta.

Bagaimana dengan warga yang selama ini tak mempunyai rumah layak huni, sementara warga sangat memerlukan rusun modern terutama warga pinggiran kali untuk menjadi prioritas penataan kali dan membangun jalan inspeksi.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah, wisma atlit yang di danai Pemprov DKI menjadi solusi bagi warga untuk bisa pindah dan memiliki rumah dalam menata warga miskin pinggiran kali, itu tentunya prioritas, ujar Amir.

Jangan rusun lima tower itu di gunakan fungsi lain yang akhirnya di jajakan bagi umum (publik) sehingga keberadaan rusun bukan menjadi bagian dalam solusi bagi warga Jakarta untuk mendapatkan kelayakan tinggal layak hunian.

Dinas Perumahan DKI Jakarta harus sudah mempunyai data warga prioritas dalam memindahkan warga marginal kumuh untuk mendapatkan rusun Wisma Atlit Kemayoran.

“Kalo tidak ini akan menjadi masalah dan sia – sia, akhirnya pemda DKI Jakarta menata kawasan kumuh tidak akan berhasil guna menata kampung kumis padat hunian” , jelas Amir.

Sosilaisasi ini harus jelas oleh Dinas Perumahan DKI Jakarta serta syarat prioritas bagi warga Jakarta tak memiliki rumah untuk program demgam memenuhi unsur sasaran hunian rusun, jelasnya.

reporter : nanorame

Check Also

Garda Perawat Kebangsaan Selenggarakan Arrow Training Calon Pemimpin Bangs

Jakarta, sketsindonews – Lembaga pendidikan yang bertujuan untuk membentuk karakter kepribadian yang handal siap menjadi …

Watch Dragon ball super