WNA Tiongkok Gugat Polsek dan Kejaksaan Negeri Lebak Rp 25 Miliar

Jakarta, sketsindonews- Seorang warga negara asal Tiongkok Xu Wenshuai alias Suhe menggugat ganti rugi kepada pihak Polsek Cibeber (Tertuntut 1) dan Kejaksaan Negeri Lebak (Tertuntut 2) di Pengadilan Negeri Rangkasbitung belum lama ini.

Melalui kuasa hukumnya Andi Darwin Ranreng Cs dari Kantor Hukum Birra, Suhe menggugat sebesar Rp25 miliar lebih. Dengan rincian Rp673 juta untuk kerugian materil dan Rp25 miliar untuk kerugian imateriil.

Dalam gugatannya Andi Darwin menjelaskan perbuatan para Tertuntut 1 dan 2 telah menimbulkan kerugian berupa derita berkepanjangan terhadap Suhe yang notabene adalah Warga Negara Asing.

“Setelah dikeluarkan dari Rutan Rangkasbitung namun tidak dipulangkan ke negaranya di Tiongkok karena harus menunggu putusan kasasi. Akibat dari batasan-batasan hukum sebagai WNA. Klien kami tidak dapat bekerja selama 25 bulan 15 hari,” kata Andi Darwin dalam keterangannya yang diterima sketsindo, Senin (29/10).

Sementara itu Tertuntut 1 yang diwakili dari Bidang Hukum Polda Banten, Mohamad Endro. S.iK.MH dan kawan-kawan meminta ketua majelis hakim menolak tuntutan ganti rugi Penuntut untuk seluruhnya baik materil maupun imateril. “Dan menghukum Penuntut untuk membayar biaya perkara yang timbul,” ujar M Endro.

Sedangkan pihak Kejari Lebak sebagai Tertuntut 2 mengatakan pihaknya telah melakukan perbuatan sesuai undang-undang yang berlaku. “Yang berwenang menentukan dan memutuskan bahwa terdakwa bersalah atau tidak adalah hakim pengadilan negeri berdasarkan Pasal 183 UU No8 tahun 1981 tentang KUHAP dan Pasal 6 ayat 2 UU RI No 48 tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman,’ ujar Jaksa Pengacara Negara pada Kejari Lebak.

Rencananya sidang akan dilanjutkan Kamis (31/10) dengan agenda pokok perkara di PN Rangkasbitung.

Sofyan Hadi