Home / Artikel / Wow Usulan Loksem 2018 di Jakarta Pusat di Tambah, Loksem Yang Sudah Ada Semrawut

Wow Usulan Loksem 2018 di Jakarta Pusat di Tambah, Loksem Yang Sudah Ada Semrawut

Jakarta sketsindonews – Evaluasi Loksem sesuai aturan kebijakan Pemerintah Kota Jakarta Pusat lokasi dalam menentukan layak atau tidak  harus di evaluasi terkait seiring parameter kelayakan lokasi sementara dalam kegiatan ekonomi atau lokasi tempat pasar.

Ada beberapa titik loksem di Jakarta Pusat secara phisik terlihat tidak memenuhi penataaan baik nilai kebersihan (K3L) , jumlah pedagang yang tidak tertata, TPS, hingga parkir liar karena tidak tertata di lokasi loksem.

Sementara dasar pertimbangan itu hanya berdasar pada sumber nilai ekonomi yang nota bene sama dengan mirip PKL jalanan yang selama ini tumbuh dengan menempati sela ruang pelanggar aturan ketertiban umum.

Terlebih Pemko Jakarta Pusat akan mengusulkan pemebentukan loksem baru, ditambah tanpa dasar kajian yang lebih komprehensif.

Apa yang menjadi dasar sepertinya penataan Lokasi PKL hanya rujukan team membentuk loksem baru, padahal loksem yang sudah ada saja tidak tertata dan terpaku pada Pergub DKI No 10 tahun 2015 tentang penataan PKL.

Dalam aturan itu, Gubernur menginginkan semua PKL di DKI dilakukan penataan. “Tidak ada lagi lokasi PKL tidak resmi atau liar seperti berdagang di atas saluran air dan taman.

Kasudin UMKM Kota Jakarta Pusat Bangun Richard pernah mengatakan keberadaan loksem itu merupakan usulan dan hasil evaluasi di Tingkat Kota, jika usulan dengan pertimbangan lain bisa saja di cabut berdasarkan evaluasi Tingkat Kota.

Apakah masih masuk usulan atau tidak, yah itu mirip seperti JP/JS/JT/JU/JB dan itu bisa di hapus apabila lebih pada mengutamakan kepentingan umum.

Namun kewenangan ini kan tetap Lurah Camat yang bisa mengusulkan kelayakan pasar layak atau tidak bagi kepentingan umum atau menganggu kepentingan umum, kata Bangun.

Dipihak lain Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Bakwan Ferizan Ginting selaku Ketua Team yang ditunjuk oleh Wali Kota.

Berdasarkan surat keputusan Wali Kota Jakpus tentang pembentukan team pertimbangan Penataan lokasi PKL Nomor: 72 tahun 2018 dalam melakukan evaluasi loksem layak dan penghapusan.

Pihaknya, telah melakukan pengkajian melalui pertimbangan usulan para Camat tentang Loksem terkait dirinya sebagai Ketua Team.

Kata Bakwan, usulan tersebut sudah dirapatkan oleh team Wali Kota Jakarta Pusat terdiri dari berbagai unit UKPD diantaranya, Bina Marga, Kehutanan, SDA, Perhubungan, dan KUKMP. Sebagai bahan pertimbangan rekomendasi ke Wali Kota Jakpus,” kata Ginting, diruang kerjanya, Selasa (15/05)

Sebelumnya, kata Ginting, pada tahun 2016 lalu. Tercatat, ada 46 Loksem dengan jumlah 3.009 pedagang.

“Dua tahun sekali loksem PKL di Jakarta Pusat kita evaluasi, saat ini proses usulannya sedang pembahasan finalisasi. Pokoknya ada penambahan usulan tentang Loksem PKL,” ujarnya.

reporter : inong

Check Also

Apa Kata Warga, Kemayoran Kembali Juara Festival Bedug Ramadhan 1439 H Tingkat Kota Jakarta Pusat

Jakarta, sketsindonews – Tak salah Kecamatan Kemayoran menjadi juara pertama selama 2 kali berturut – …

Watch Dragon ball super