Home / Berita / Wujudkan Pilkada Jujur, GOROK Minta KPK Jadi Garda Terdepan

Wujudkan Pilkada Jujur, GOROK Minta KPK Jadi Garda Terdepan

Jakarta, sketsindonews – Juru Bicara Gerakan Rakyat Ogah Korupsi (GOROK), Budi mengatakan bahwa fenomena tahun politik di negeri ini sarat dengan tindakan tidak terpuji calon Pemimpin Daerah yang akan bertarung di PEMILUKADA yang diadakan serentak.

Menurutnya, masih maraknya tindakan korupsi dan suap yang menjerat Calon dari Petahana menambah sederet daftar nama yang di Tangkap oleh Lembaga Anti Rasuah dalam Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) akhir-akhir ini sering terjadi.

Dia mencontohkan, Imas Aryumningsih yang merupakan Bupati Subang dan merangkap sebagai Ketua DPD 2 Partai Golkar Subang dan juga tercatat sebagai Calon Petahana yang turut serta meramaikan pesta demokrasi dalam PEMILUKADA Kab Subang terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK atas kasus suap Perijinan di Kab Subang.

“Dengan di OTT nya Imas selaku Bupati Subang, diduga kuat bahwa Imas dijadikan ATM Politik menjelang Pilgub Jawa Barat, apalagi calon wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berasal dari kendaraan Politik yang sama dengan Imas Aryumningsih,” katanya usai aksi di gedung KPK, Jumat (02/3).

Dia menambahkan, Jika benar dana hasil Suap dan Korupsi di pusaran PILKADA digunakan sebagai modal Politik, menguatkan asumsi bahwa Dedi Mulyadi merupakan Tokoh di belakang Imas yang menjadi tersangka dalam OTT oleh KPK.

“Masyarakat berharap KPK sebagai lembaga Penegak Hukum anti Rasua mampu bekerja secara Professional dan sesuai dengan Visi serta Misi KPK itu sendiri untuk mengusut tuntas keterlibatan Elit Politik di belakang Imas agar dapat mewujudkan PILKADA jujur dan bersih guna menciptakan pemimpin yang konsisten melawan Korupsi dan Suap di lingkungan Birokrasi PEMDA,” ujarnya.

“Ironis, jika Pesta Demokrasi yang merupakan bagian dalam mencari seorang pemimpin daerah dengan visi dan misi yang siap melawan Korupsi dan Suap justru melakukan praktik haram tersebut yang terindikasi digunakan sebagai Modal Kampanye dalam PEMILUKADA,” tambahnya.

Lanjutnya, Untuk itu, sebagai bagian dari Masyarakat yang tergabung dalam GOROK, tegas menolak Praktik Tindakan Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam aksi tersebut, dipaparkan 3 permintaan mereka terhadap KPK yakni meminta agar mengusut tuntas aktor dibalik Praktik Suap dan Korupsi yang menjadi tersangka dalam OTT Kepala daerah serta keterkaitan praktik tersebut dalam Pusaran PILKADA.

“Usut tuntas Motif keterlibatan Kepala Daerah atas Praktik Suap dan Korupsi menjelang PILKADA serentak,” lanjutnya.

Terakhir, mereka meminta KPK sebagai garda terdepan dalam memberantas Korupsi dan Suap agar serius mengusut actor-aktor politik tanpa pandang bulu demi mewujudkan Pilkada Jujur dan bersih.

(Yudi)

Check Also

Anang Serukan Elit Cooling Down Saat Asian Games

Jakarta, sketsindonews – Asian Games yang bakal digelar pada 18 Agustus 2018 di Jakarta dan …

Watch Dragon ball super