Home / Artikel / Yang Dianggap Dapat Menjamin, Bisa Lenyap Seketika
Foto ilustrasi. (Dok. Morelord)

Yang Dianggap Dapat Menjamin, Bisa Lenyap Seketika

“Keluaran 5:24-6:1-6”

Renungan – Setiap orang membutuhkan jaminan yang pasti di saat hidup ini harus terus berhadapan dengan ketidakpastian.

Ada yang merasa aman dan terjamin dengan harta berlimpah, jabatan tinggi dan tingkat sosial yang mapan.

Persoalannya, semua yang dianggap bisa menjamin, dapat lenyap dengan seketika.

Yang dianggap dapat menjamin hidup, justru memerlukan jaminan agar terus ada.

Adakah jaminan yang pasti?

Musa diperintahkan Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir ke tempat yang Tuhan sudah janjikan. Ia diperintahkan untuk mendatangi Firaun.

Ada keraguan dalam diri Musa. Terbukti ia pun mengatakan, “… aku seorang yang tidak petah lidahnya!” Keraguan apakah dirinya dapat berkata-kata di depan bangsa Israel dan di hadapan Firaun.

Ada kebimbangan apakah ia sanggup untuk memimpin suatu bangsa yang besar menuju satu tempat baru. Tuhan tahu betul isi hati dan perasaan Musa.

Oleh sebab itu Tuhan memberikan jaminan, yaitu diri-Nya sendiri dengan berkata tegas, “Akulah TUHAN!” Jaminan yang luar biasa.

Jaminan yang diikuti dengan penjelasan Tuhan sendiri tentang apa yang sudah dilakukan-Nya di dalam sejarah nenek moyang bangsa Israel, yaitu mengadakan perjanjian damai sejahtera.

Janji yang sungguh menenangkan Musa. Pernyataan “Akulah TUHAN” dan “Aku akan” hendak menyadarkan Musa dan Israel bahwa Tuhan Allah bagi Israel seharusnya bukanlah Tuhan Allah yang mati (yang sering digantikan oleh umat Israel dengan patung baal, patung lembu emas dll), melainkan Tuhan Allah yang hidup, yang bekerja, yang penuh dengan dinamika.

Kehadiran-Nya mewujud dalam tindakan, karya-karya nyata. Israel akan mengenal Tuhan Allah dari karya-karya-Nya bagi Israel.

Di sepanjang sejarah umat Israel menyaksikan bahwa Tuhan Allah menyatakan dan memperkenalkan diri-Nya dengan karya-karya-Nya.

Hal itu menjadi semakin jelas dan terbuka melalui kehadiran dan karya-karya Yesus Kristus bagi manusia dan dunia ini.

Pernyataan “Akulah TUHAN” dan “Aku akan” hendak menyadarkan Musa dan Israel bahwa Tuhan Allah bagi Israel seharusnya bukanlah Tuhan Allah yang mati (yang sering digantikan oleh umat Israel dengan patung baal, patung lembu emas dll), melainkan Tuhan Allah yang hidup, yang bekerja, yang penuh dengan dinamika.

Kehadiran-Nya mewujud dalam tindakan, karya-karya nyata. Israel akan mengenal Tuhan Allah dari karya-karya-Nya bagi Israel.

(Eky/ Renungan HKBP Ujung Menteng)

Check Also

Caleg Dhuafa Bersatu 2109, Legislator Harus Jujur dan Adil

Jakarta, sketsindonews – Agak aneh dan lucu tapi ini realitasnya dalam panggung masuk arena poltik …

Watch Dragon ball super