Jakarta, sketsindonews – Operasi himbauan bagi kawasan PKL Akbar pasca lebaran oleh Satpol PP Kemayoran Kota Jakarta Pusat dilakukan sebagai batas wakru toleransi setelah mereka (red.PKL) diberikan ijin di fasilitas publik milik Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK).
Sebanyak 30 personil Satpol PP Kecamatan Kemayoran respon cepat untuk kembali menata kawasan itu seteril dari PKL untuk tidak menetap pinak.
Berbagai cara dilakukan Satpol PP baik pengangkutan PKL membandel, himbauan serta monitoring secara mobile patroli wilayah pada titik rawan PKL.
Menurut Kasapol PP Kemayoran Jumingke Sihole menuturkan pihaknya bernisiatif kawasan Masjid Akbar kini telah menjadi kawasan strategis dengan keberadaan Kantor Pemerintah baik Kantor Kodim Jakarta Pusat, Kantor Polres Jakarta Pusat , Pengadilan Negeri, serta Kantor Basarnas serta Kantor perwakilan Pemerintah Pusat lainnya, ujarnya.

Sehingga kita perlu menata agar view kawasan ini tak tak tertutup oleh kekumuhan. Kami selama ini bersama pihak PPKK untuk selalu menjaga iklim penataan secara terintegrasi menjaga niliai estetika.
“Kami memberikan apresiasi kepada kelompok yang sudah menyadari setelah Fitri (hati bersih), wilayah kita juga harus bersih dari kepentingan instans menghalalkan berbagai cara dengan mengorbankan masyarakat umum,” jelas Sihole.
Listerik Harus di Putus Dari Jaringan Warga
Selama ini munculnya keberadaan PKL karena ada usaha sistemik kawasan itu menjadi tempat pemanfaatan oleh oknum sekitar yang berkolaborasi.
Jadi RT – RW untuk tidak bermain terlebih memberikan jaringan listerik illegal dengan bekerja sama dengan PLN. Ini pelanggaran pengadaan jaringan secara hukum, dan hanya karena harapan mendapatkan kontribusi dari para pelanggar aturan, tandas Herman (45) warga Kemayoran.
Kita bisa lihat selama ada PKL penerangan itu dari mana kalo tidak ada permainan antar pihak termasuk PLN.
Lanjut Herman, sebaliknya pihak PPKK juga bisa mengambil ketegasan dengan memanggil antar pihak serta memutus jaringan listerik disewaakan bagi PKL yang bikin wajah Kemayoran carut marut.
Publik menilai kalo ada Kantor pelayanan publik di sisi kiri aaau depan di penuhi PKL terus diam saja, sudah pasti ada oknum menjamin keberadaan mereka, ucap Herman.
Masyarakat cerdas Kemayoran sangat berharap apapun institusi nya untuk tidak bermain – main pemanfaatan publik untuk memberikan warna Kemayoran sebagai Kota Santri maupun pemerintahan mampu mengedepankan estetika wilayah tertata, kondusif dan nyaman, tandas Herman.
nanorame








