Jakarta, sketsindonews – Wakil Ketua Bara JP, Willem Frans Ansanay menegaskan bahwa aktor dibalik peristiwa Papua harus diproses.
“Sangat disayangkan kondisi Papua sekarang ini, akibat hal sepele di Surabaya, akibat ormas membuat statemen bahwa bendera Merah Putih tidak dipasang dan di buang, itukan sesuatu yang dibuat sedemikian rupa,” ujar Frans saat dihubungi, Kamis (22/8/19).
Frans juga menyayangkan sikap oknum yang tidak dengan bijaksana untuk melerai atau mengantisipasi gejolak.
“Akhirnya hanya dengan ucapan ‘Monyet’ dan juga kemungkinan dengan permintaan dari sisi yang lain kemudian akhirnya meledak,” ujarnya.
Saat ini, menurut Frans yang juga Koordinator Wilayah (Korwil) Bara JP Papua-Papua Barat, pihaknya terus berusaha menyampaikan pikiran-pikiran positif tentang Papua melalui pemerintah.
“Hasil yang sementara terjadi adalah Gubermur Jawa Timur atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Jawa Timur sudah mengeluarkan statemen bahwa itu merupakan personal tindakan dan Menkopolhukam juga sudah menyampaikan sikap artinya negara sudah mensikapi,” ungkapnya.
Namun yang saat ini belum kelihatan, kata Frans adalah pelakunya yang belum diproses.
“Baik itu oknum aparat hukum yang menendang pagar dan ngomong segala macam itu harus di proses agar orang disana itu melihat negara benar-benar hadir untuk mereka,” tegasnya.
Lanjutnya, aktor intelektual dibalik demo mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, Kota lain, demo ormas-ormas, oknum tni di depan asrama mahasiswa Surabaya, serta aktor intelektual yang membuat kerusakan kantor-kantor pemerintahan di Papua dan Papua Barat itu semua harus diusut tuntas supaya ada keadilan di tanah Papua
“Supaya tidak ada kesenjangan yang mempermudah masyarakat Papua terprovokasi maka negara harus hadir juga untuk membasmi koruptor yang menyengsarakan masyarakat Papua disana, tanpa pandang bulu,” tutupnya.
(Eky)









