Jakarta, sketsindonews – Anggota DPR Aboebakar Alhabsyi dri Partai Keadilan Sejahtera menyampaikan selamat atas pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin periode 2019- 2023.
Ia mengatakan dengan dilantiknya presiden dan wakil presiden menandai berakhirnya kontestasi pilpres, Tidak ada lagi cebong dan kampret semua harus bersatu untuk membangun bangsa kedepan.
“Kita semua berharap Presiden Jokowi dan Kyai Ma’ruf akan segera dapat mengimplementasikan visinya, yaitu terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong,” katanya dalam siaran pers yang diterima sketsindo, Minggu (20/10/19).
Menurutnya periode pemerintahan yang akan dijalani oleh Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin selama lima tahun ke depan. Merupakan sebuah tantangan buat presiden dan wakil presiden untuk merealisasikannya. Apalagi Presiden Jokowi telah diberikan kesempatan kedua, sehingga memiliki waktu yang sangat panjang untuk melaksanakan visinya. “Harapan kita presiden konsisten dengan visi itu, menjadikan indonesia ini berdaulat dan mandiri,” harapnya.
Aboebakar, menjelaskan, selama ini publik banyak mempertanyakan soal hutang China, buruh China ataupun proyek China. Sebab masyarakat menurut Anggota Komisi Hukum itu, banyak menghubungkan hal tersebut dengan kedaulatan dan kemandirian kita.
“Saya kira kita semua akan melihat apakah memang nanti visi itu dikerjakan atau tidak,” ungkap pria asal Kalimantan.
Selain itu lanjut dia, perkembangan perekonomian, juga menjadi ujian terberat bagi Presiden Jokowi dalam misinya untuk perkuatan ekonomi menjadi tantangan.
“Karena lima tahun beliau memimpin, pertumbuhan ekonomi Indonesia mentok di angka lima persen. Harapan kita pak Jokowi bisa membawa ekonomi Indonesia meroket, seperti pada pernyataan beliau di video-video yang tersebar,” bebernya.
Kemudian pada bidang hukum misi Presiden Jokowi dan Kyai Ma’ruf adalah penegakan hukum yang bersih, efektif dan terpercaya. Dirinya berharapkan visi tersebut segera bisa di realisasikan, hukum memang ditegakkan sesuatu aturan yang ada.
“Banyak persoalan hukum yang selama ini mengganjal di hati masyarakat, misalkan saja soal penyiraman Novel Baswedan, meninggalnya beberapa peserta demo kemarin, penganiayaan tokoh IT Hermansyah dan lain sebagainya. Semoga visi penegakan hukum yang bagus tersebut akan menjadi secercah harapan untuk masyarakat kedepan,” pungkas Aboebakar Alhabsy.
(Sofyan Hadi)







