Jakarta, sketsindonews – Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Wakil Walikota Irwandi meminta para Camat, Lurah untuk lakukan monitoring pada malam takbiran Idul Fitri 1441 H.
Alasan Irwandi menuturkan bahwa situasi malam takbiran ditengah pandemi covid – 19 tentunya jangan lagi menjadi ajang pusat kerumunan dan terlebih warga memaksakan diri untuk berkeliling dijalan karena memang tidak diperkenankan.
“Malam takbir kali ini memang sangat berbeda bila dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertimbangan resiko yang sangat besar bagi warga nantinya terkena dampak,” ujarnya, Jumat (22/5/20).
Semestinya Lurah Camat harus berada ditempat untuk antisipasi bagi warga yang tidak disiplin terlebih mobilisasi massa dengan kendaraan pada pusat titik jalan yang biasanya menjadi titik kumpul.
Para Camat dan Lurah dengan apartur terpadu di wilayah Kecamatan dihimbau agar berada di lapangan, untuk tetap siaga dan mengendalikan warga masyarakatnya.
“Tingkatkan optimalisasi gugus tugas secara terpadu bersama posko keamanan yang sudah terbentuk di tirik – titik harus bersenergi dengan personil gabungan,” tegas Irwandi.
Wilayah Jakarta Pusat harus tetap kondusif. Oleh karena itu, dia meminta kepada para pamong mulai dari sekarang segeralah mensosialisasikan tentang perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Saya minta para pamong untuk tidak ada ditempat dalam melihat kondisi wilayah tetap siaga untuk memonitor pergerakan warga masyarakat kalo – kalo dalam malam takbiran warga bersikukuh untuk menciptakan kerumunan,” ucapnya.
“Tekankan warganya untuk berdisiplin sehingga aturan PSBB benar – benar dijalankan ditengah masyarakat dengan umat Islam dalam Hari Raya tak mengurangi kekushuan setelah sebulan berpuasa,” tutup Irwandi.
(Nanorame)







