Jakarta, sketsindonews – Bank Sampah di Kelurahan bila dikelola melalui pembinaan motivasi para pamong di wilayah bisa menjadi hasil bermanfaat dalam membangun pendapatan ekonomi keluarga PPSU di sela waktu usai bekerja.
Edukasi PPSU ditengah masyarakat Tentang Lingkungan sampah sesuai UU Sampah di DKI Jakarta terus perlu dikembangkan dalam lingkungan tinggal.
Kegiatan kecil sungguh menjadi hasil pendapatan income Anggota PPSU serta merta menjadi dana talangan keluarga mengatasi masalah sosial, ekonomi di tengah pandemi.
PPSU tidak hanya dicap tukang sapu jalan, seiring waktu sudah dalam melangkah lebih maju dalam menggiring masyarakat bahwa limbah sampah bisa berhasil guna, tukas Lurah Kemayoran Rahmat Fajar, disela usai memberikan evaluasi terkait income hasil sampah PPSU, Senin (2/11/20).
“Banyak PPSU alami terjerat adanya “piutang” diluar secara instan sehingga menjadi urusan para “debt collector” karena secara kondisi terhimpit ekonomi keluarga yang pas – pas an hingga mereka pinjam bank sobek yang kini marak ditengah lingkungan dengan pengembalian bunga cukup tinggi.
Tata Kelola Bank Sampah ternyata bisa menjadi solusi berpenghasilan tambahan dari solusi persoalan Anggota PPSU. Terlebih mereka ini Kalo sudah “topi miring” alias tanggal tua, tentunya problem pasti dialami dalam keuangan keluarga.
Bank Sampah Kelurahan Kemayoran telah berdiri sejak 5 bulan lalu, kini telah mencapai hasil senilai 7 juta rupiah dana sudah terkumpul. Dampaknya sungguh optimal dari hasil “jual sampah” bisa diperdayakan menjadi dana abadi dalam bentuk simpan pinjam antar sesama angggota dalam utusan kepepet alias urusan dapur untuk tetap ngebul.
Positif lainnya, selain pula menghindari dari pada meminjam pihak ketiga selama ini membelengu mereka dan itu menjadi satu masalah menganggu tugas fungsi kinerja tim orange tersebut, tukas Rahmat Fajar.
Agar tidak ajeg dalam bekerja maka lakukan berbagai inovasi secara tepat guna kreatif. Ini yang selalu kita pacu untuk kita sampaikan kepada ppsu, bahwa dalam tumbuh kembang menambah imun kondisi saat pandemi yakni ; dengan pembentukan karakter adrenalin bekerja secara kreasi, berkarya dalam wujud meningkatkan income mereka.
Selain mereka saling mengikat untuk berbagi dalam membantu persoalan keluarga serta penguatan niat tulus kejujuran dalam bekerja, papar Rahmat.
Tidak muluk tapi ini perlu kita lakukan dengan sedikit ektrem dalam mengajarkan waktu senggang usai bekerja dan kedepannya bisa menjadi lembaga Koperasi hasil Bank Sampah.
Kami (lurah) selama ini tidak intervensi tapi hanya mengawasi bahwa hasil mereka kini justru bisa dirasakan semua pihak (PPSU).
Dana abadi akan kita coba bentuk dari dari kepedulian staff Kelurahan, RT/RW, LMK, FKDM, PKK untuk terlibat nantinya maka bisa menjadi kekuatan simpan pinjam bank sampah untuk bisa terwujud menjadi lebih besar.
Insya Allah ide ini nantinya bisa menjadi terobosan manfaat sampah berhasil guna di Kelurahan Kemayoran, harap Rahmat.
Kepedulian Bank DKI Terhadap Bank Sampah Kelurahan
Salah satu manager Bank Sampah Jojon sekaligus Anggota PPSU Kelurahan Kemayoran berpendapat, apa yang sudah dihasilkan dari giat malam hari teman – teman ppsu hasil sampah telah membuahkan hasil walaupun masih belum mencapai puluhan juta rupiah.
Tapi ini bisa dirasakan para Anggota PPSU dalam membantu pinjaman secara mendesak karena satu kebutuhan untuk kita saling peduli, ungkap Jojon.
Secara aplikatif kita sudah jalankan tata kelola secara terbuka yang selalu dievaluasi Lurah dalam regulasinya selain kami terus diasah kemampuan bukan hanya menjadi tukang sapu saja tapi kami bisa memiliki skill sesuai kebutuhan untuk lingkungan, terangnya.
Dia meminta seyogyanya Bank DKI bukan hanya melihat serta datang hasil kreasi kam membuat penguatan Bank Sampah lebih produktif, namun bantu penguatan mikro dana abadi selaku BUMD DKI, tukasnya.
Kalo dibantu 20 juta rupiah bisa dibayangkan regulasi bank sampah bukan hanya untuk cepat berkembang tapi kami bisa membangun sebuah Koperasi simpan pinjam bank sampah di di Kelurahan Kemayoran, tandas Jojon.
(Nanorame)











