Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Gedung Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (16/11). Dalam kesempatan itu, ia mendorong jemaat untuk terus merawat keharmonisan dan toleransi antarumat beragama di ibu kota.
Pramono menyebut renovasi gereja yang telah berdiri selama 52 tahun ini memiliki makna penting bagi jemaat. “Saya menyambut baik peresmian Gereja HKI Tanjung Priok yang selesai direnovasi. Usia 52 tahun tentu bukan waktu yang pendek,” ujarnya.
Gubernur Pramono mengapresiasi kerja sama jemaat, pengurus, para penatua, dan donatur yang bergotong royong mendukung renovasi gereja. Ia menilai kebersamaan tersebut mencerminkan solidaritas kuat dalam memperkuat pelayanan ibadah.
“Keberadaan gereja ini telah memberi kegembiraan dan penguatan iman bagi jemaat di tengah masyarakat yang majemuk dan multikultur,” tuturnya.
Dengan renovasi ini, Pramono berharap kualitas pelayanan bagi sekitar 1.500 jemaat yang beribadah dalam dua sesi setiap minggu dapat semakin meningkat. Lokasi gereja yang strategis di kawasan pelabuhan dan dekat akses jalan tol dinilai mampu mendukung aktivitas pelayanan yang berkembang.
“Saya berharap nilai-nilai persekutuan, kebersamaan, dan solidaritas semakin tertanam kuat untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Tanjung Priok,” katanya.
Pramono juga mengajak jemaat serta masyarakat untuk terus menjaga harmoni Jakarta. “Kerukunan adalah modal utama membangun Jakarta sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi semua,” ujarnya.
Ia menegaskan kembali komitmennya sebagai pemimpin seluruh umat beragama.
“Sebagai Gubernur, saya harus menjadi pemimpin untuk semua agama. Karena itu, tidak boleh ada lagi pembangunan rumah ibadah yang dipersulit bila syaratnya sudah lengkap,” tegasnya.
Gereja HKI Tanjung Priok satu-satunya gereja HKI di Jakarta Utara mengalami renovasi seiring pertumbuhan jemaat yang pesat. Pada 2023, gereja ini menerima hibah Rp100 juta dari Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung renovasi.







