16.000
pembaca
Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong meluncurkan inovasi pengelolaan sampah pintar bernama Srikandi, sebuah sistem pemilahan sampah otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan robotika. Inovasi ini dikembangkan oleh startup teknologi lingkungan Nusabin.
Srikandi dirancang untuk memilah sampah sejak dari sumbernya secara otomatis, sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan pendidikan. Inovasi ini dikembangkan oleh tiga alumni MAN IC Serpong angkatan 2022, yakni Zhafir, Rayhan, dan Galih.
Menurut Zhafir, Srikandi memanfaatkan teknologi AI, IoT, dan robotika agar proses pemilahan sampah menjadi lebih sederhana dan efisien. Inovasi ini pertama kali diterapkan di MAN IC Serpong sebagai proyek percontohan.
“Srikandi kami mulai di MAN Insan Cendekia Serpong sebagai titik awal, sejalan dengan tagline Nusabin: It Must Be Simple,” ujar Zhafir di Serpong, Jumat (9/1/2026).
Rayhan menjelaskan, inovasi ini lahir dari semangat alumni untuk memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Srikandi juga menjadi wujud penerapan nilai MAN IC Serpong, yakni Belajar adalah Ibadah, Prestasi adalah Dakwah, dalam bentuk solusi konkret pengelolaan sampah di dunia pendidikan.
Sementara itu, Kepala MAN IC Serpong Hilal Najmi menyebut Srikandi sebagai solusi inovatif dan praktis. Selama uji coba pada 8–22 Desember 2025, Srikandi mampu memilah, merekam, dan melaporkan data sampah secara otomatis. Ia menegaskan pihak madrasah akan terus mendukung pengembangan inovasi alumni sebagai bagian dari kontribusi terhadap solusi masalah sampah nasional.












