10.000
pembaca
Arema FC tengah menghadapi masalah serius di lini serang pada BRI Super League 2025/26. Absennya striker utama Dalberto Luan Belo yang pulang ke Brasil membuat produktivitas gol Singo Edan menurun drastis dalam beberapa laga terakhir.
Dalam tiga pertandingan terakhir, Arema FC hanya mampu mencetak dua gol. Ironisnya, gol tersebut dicetak oleh bek kiri Iksan Lestaluhu saat menghadapi Madura United yang berakhir imbang 2-2. Sementara saat melawan Persita Tangerang dan Bali United, Arema gagal mencetak gol dan harus menelan kekalahan identik 0-1.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui ketergantungan tim terhadap Dalberto berdampak besar pada performa lini depan. Ia menilai belum ada pemain yang mampu mengisi peran ujung tombak secara optimal ketika striker asal Brasil itu absen.
Marcos menegaskan evaluasi menyeluruh perlu dilakukan, termasuk rencana mendatangkan striker baru pada putaran kedua. Menurutnya, opsi yang ada saat ini seperti Dedik Setiawan, Ian Puleio, maupun pemain muda Razza Fachrezi belum memberikan kontribusi maksimal.
Masalah ketajaman ini turut memengaruhi posisi Arema FC di klasemen. Singo Edan kini berada di peringkat ke-12 dengan koleksi 18 poin, hanya terpaut delapan angka dari zona degradasi. Dibukanya bursa transfer pada 10 Januari 2026 diprediksi akan dimanfaatkan manajemen untuk melakukan perombakan, termasuk melepas beberapa pemain asing.












