19.000
pembaca
PSIM Yogyakarta menutup putaran pertama BRI Super League 2025/26 dengan hasil impresif. Bertandang ke Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (10/1) malam, Laskar Mataram sukses menundukkan tuan rumah Madura United FC dengan skor meyakinkan 3-0.
Tiga gol PSIM dicetak Fahreza Sudin yang memborong dua gol pada menit ke-56 dan 63, serta satu gol tambahan dari Franco Ramos pada menit ke-58. Kemenangan ini menjadi modal penting PSIM jelang putaran kedua kompetisi.
Laga berlangsung panas dan diwarnai tiga kartu merah. Dua pemain Madura United, Nurdiansyah (45’) dan Miswar Saputra (90+1’), harus meninggalkan lapangan lebih awal. Sementara dari kubu PSIM, Franco Ramos menerima kartu merah pada menit ke-73.
Tambahan tiga poin membuat PSIM kini mengoleksi 30 poin dari 17 pertandingan, dengan catatan delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan. PSIM telah mencetak 23 gol dan kebobolan 18 kali, menempatkan mereka di peringkat keenam klasemen sementara.
PSIM hanya terpaut satu poin dari Persita Tangerang di posisi kelima dengan 31 poin, serta unggul dua angka atas Persebaya Surabaya yang berada di peringkat ketujuh dengan 28 poin.
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, mengakui dua kartu merah yang diterima Madura United cukup memengaruhi jalannya pertandingan dan menguntungkan timnya. Kemenangan ini juga sekaligus merusak momen perayaan ulang tahun ke-10 Madura United.
“Saya pikir kartu merah sangat berpengaruh terhadap jalannya laga, dan kami cukup diuntungkan dengan situasi tersebut,” ujar Van Gastel usai pertandingan.
Sementara itu, Fahreza Sudin menegaskan kerja keras seluruh pemain menjadi kunci kemenangan tandang PSIM. Ia juga bersyukur mampu menjawab kepercayaan pelatih dengan dua gol penting.
“Kami bekerja keras sebagai tim. Alhamdulillah bisa mengambil tiga poin. Saya sangat bahagia karena diberi kepercayaan dan bisa membantu tim lewat gol,” kata Fahreza.












