Jakarta, sketsindonews – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sangat serius dalam menggagas program pembangunan untuk kemajuan Kabupaten Pamekasan. Hal yang digunakan adalah harus dengan cara-cara yang luar biasa dan tidak biasa-biasa.
Cara yang luar biasa tersebut, Baddrut implementasikan dalam wujud program. Berbagai upaya dilakukan di 100 hari pertama kepemimpinannya, di antaranya membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) dan membranding seluruh mobil dinas dengan batik tulis khas Pamekasan.
Dan dari dua gebrakan itu dia mendapatkan dua penghargaan sekaligus dari MURI. Branding mobil dinas dengan batik tujuannya promosi batik Pamekasan yang dikenal sebagai batik terbaik dan MPP dibuat untuk memberikan pelayanan public yang cepat mudah dan murah.
Di pemberdayaan ekonomi, sesuai janji politiknya, Badrut Tamam membuat program 10 ribu pengusaha baru yang kemudian bernama Program Sapu Tangan Biru. Anak anak muda yang mau mengembangkan desanya dilatih, dibantu alat produksi, dibantu modal baru, kemudian dicarikan pasarnya. Untuk jaga atmosfer semangat menjadi pengusahanya lalu dibuatlah millenial talent hope.
“Jadi anak-anak muda yang punya bakat di situ kita kembangkan tetapi spiritnya adalah menjadi entrepreneur baru. Saya iri kalau peci sandal sepatu tidak ada yang diproduksi di Madura. Akhirnya saya berpikir perlu dong ada desa yang produksi sandal, sepatu, peci. Saya dorong desa tematik, ada desa tema sandal, tema sepatu dan lain sebagainya,” kata Baddrut saat tampil dalam acara E-Talkshow di TVOne.
Menurutnya, sarat untuk menjadi kabupaten maju, cukup penuhi tiga hal. Pertama pemimpinnya punya komitmen membangun perubahan luar baisa, aparatur sipilnya keluar dari kebiasaaan lama menuju kebiasaan baru dan kemudian mendapatkan partisipasi masyarakat.
“Yang paling berat mendorong partisipasi masyarakat. Kendala mesti banyak untuk mendorong partisipasi public karena membangun habit baru ini bukan hal mudah,” ujarnya.
Sebagai seorang santri Baddrut mengaku ada yang luar biasa dalam diri santri yang bisa dipakai untuk membangun negeri. Karena ada ciri kepribadian santri yakni sederhana, semangat juang, ikhlas dan jujur dan amaliyah, bagus moralitasnya.
(Adv)







