Mr Kus ; Kami Inginkan Pamong Memilik Responsif, Forum RW Kartini Layangkan Surat ke Pemprov DKI

oleh
oleh
567 pembaca

Jakarta, sketsindonews – Sejumlah RW di Kelurahan Kartini Kecanatan Sawah Besar Kota Jakarta Pusat lakukan evaluasi wilayah terhadap kepuasan publik atas layanan pamong diwilayah khususnya kemajuan wilayah selama kurun waktu 4 tahun Kelurahan Kartini di pimpin Lurah Samuel.

Dalam evaluasi yang di pimpin Ketua RW 06 Kusyanto SH di RM.Sederhana tadi siang hadir 9 RW di Kartini untuk membahas kewilayahan dan problematika yang selama ini terus menjadi isu warga tidak puas.

“Banyak hal kami bahas selain dirinya ditunjuk secara aklamasi menjadi Ketua Forum RT-RW di Kelurahan Kartini serta menindak lanjuti berbagai masalah atas kinerja Lurah,” ujar Kus.(27/10)

Gambar

Sambung Kus kerap disapa sang Godfather ini menyikapi ihwal ketertakaitan penataan serta pendekatan pamong terhadap permasalahan sosial, ekonomi, gerakan perempuan, ketertiban keamanan wilayah.

Forum. RT-RW Kelurahan Kartini akhirnya mengeluarkan beberapa catatan penting serta rekomendasi untuk disampakain pihak pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta untuk sebagai bahan catatan sehingga kami memiliki figure pimpinan warga dengan mampu melakukan perubahan serta komunikasi secara baik.

Dalam cacatan itu yang diterima dalam saduran rekomendasi kepada sketsindonews.com sebanyak 10 point jelas menyoal persoalan kinerja Lurah selama ini menjadi persoalan.

Tercatat lampiran persoalan para Ketua RW Kelurahan Kartini lengkap dengan imbuhan tanda tangan, nantinya kami akan sampaikan pada pengambil kebijakan di Pemprov dari mulai Walikota hingga pejabat Tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Kata Kus, pertama Lurah setempat selaku pamong tidak pernah hadir dalam kegiatan para RW dan hanya sebentar tinggal seolah mereka tidak membutuhkan para Ketua RW yang menjadi pelayan warga dan hanya mengambil foto untuk selfi  langsung kabur.

Misal ; kegiatan seperti jumantik, PKK, posyandu hanya foto foto saja lalu ditinggal.

Kedua, begitu pula dengan rapat – rapat Lurah hanya membuat undangan tidak memimpin rapat dan menindak lanjuti hasil rapat untuk bagaimana melakukan akselerasi bersama peran RW.

Ketiga, Dia itu tidak pernah hadir saat kegiatan tarling yang sudah dijadwalkam oleh Lurah terdahulu serta jadwal tarling yang sudah dibuat oleh para RW sehingga kewilayahan hanya bergerak atas inisiatif warga.

Keempat, tidak responsif saat wilayah terjadi tawuran tidak pernah ada ditempat dan sulit dihubungi oleh RW serta tidak menindak lanjuti apa yang menjadi prioritas wilayah terhadap antisipasi isu keamanan dan ketertiban.

Kelima, dalam rapat – rapat yang ditanda tangani Lurah kerap kali dilakukan pagi dan siang hari, padahal para RW berharap rapat malam hari sangat penting dalam pembahasan. Kami akhirnya berpendapat Lurah sepertinya sengaja untuk dalam rapat tidak ingin dihadiri dan menghindar oleh para Ketua RW.

Keenam, berkaitan dengan pelayanan PTSP yang juga banyak complain warga disebabkan karena keterlambatan tanda tangan Lurah secara cepat dan tidak ada ditempat untuk mempercepat hasil layanan dari PTSP.

Ketujuh, Tidak berfungsnya dan digunakan rumah dinas untuk  sebagai sarana tinggal Lurah selain menjadi komunikasi warga, justru rumah dinas ditempati oleh orang luar yang tidak terkait fungsi rudin sebenarnya.

Atas poin – poin tadi kami berharap pihak pemerintah untuk merespon serta mengevalusi kinerja Lurah Kartini karena kami lakukan apa yang sudah menjadi berbagai pertimbangan dan masukan para Ketua RW Kartini, sehingga kami layangkan surat Hari Senen ini, jelas Kus.

nanorame

No More Posts Available.

No more pages to load.