Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Kisah Mantan Atlet Nasional Yang Tidak Mendapatkan Hak Sepenuhnya Sampai Di Intimidasi

oleh
oleh
756 pembaca

Jakarta, sketsindonews – Sejumlah Eks Atlet Pelatnas Muay thai tahun 2013, 2017, dan 2019 mendatangi Kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) untuk mengadukan bahwa mereka tidak menerima penuh hak dari para atlet dan pelatih.

Salah seorang atlet pelatnas Sea Games 2017 dari Jawa Tengah (Jateng), Jalu Ajidarma mengatakan, dirinya mewakili forum komunikasi eks atlet Muay thai pelatnas 2013 hingga 2019 menyebut program latihan, konsumsi, akomodasi dan insentif tidak diterima penuh.

“Sebenarnya dari pelatnas 2013, terus 2014, sampai pelatnas Filipina 2019, kita sampai tiga pelatnas tidak mendapatkam sepenuhnya hak atlet di pelatnas. Tidak transparan” ungkap Jalu kepada wartawan di Gedung Kemenpora, Jakarta pada Selasa (26/10/21).

Gambar

Jalu menjelaskan, dirinya tidak berani menanyakan hal tersebut kepada Pengurus Besar Muay thai Indonesia (PBMI) karena mendapat tekanan bahkan intimidasi.

“Ya seperti provinsi kita di blacklist dari PON, PORDA dan per orangnya juga tidak bisa main di setiap event-event di PBMI” ucapnya.

Salah satunya, lanjut Jalu, yang paling parah insentif para atlet. Dirinya mengungkapkan, ada yang tidak menerima kartu ATM, buku tabungan, bahkan ada yang menerima tapi dipotong sesuai dengan keputusan bersama.

“Lalu contoh, konsumsi yang tidak sesuai dengan kebutuhan atlet yang tidak memenuhi 4 sehat 5 sempurna” pungkasnya.

Untuk informasi, selain Jalu Ajidarma, hadir pula atlet pelatnas Muay thai lainnya seperti, Raymond dari provinsi Jawa Barat atlet sea games 2017, kemudian Irfan Aji Maulana Putra atlet pelatnas Sea Games 2019, lalu Matlani atlet pelatnas Sea Games 2017 dari provinsi Banten, selanjutnya
Sulaeman atlet pelatnas Sea Games 2017 dari provinsi Banten, dan Sean atlet pelatnas Sea Games 2017 dari provinsi Jawa Barat.

“Kami (atlet) hanya mempertanyakan apa yang menjadi hak kami selama menjalani pelatnas dan tanding di Seagames selama ini kami ikuti” ungkap madlani dan Sulaeman yang diamini rombongan atlet tersebut.

Terpisah, Ketua Umum Koni Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengatakan, akan meminta para staff melakukan pendalaman tentang masalah ini, apapun hasilnya akan dijadikan dasar untuk lakukan perbaikan dan tegakkan perlindungan bagi pihak yang dirugikan.

“Kita lihat dulu permasalahan yang sebenarnya terjadi, prinsipnya Pengurus Cabor ada untuk melayani dan Mengantar Atlit menjadi Juara melalui satu program pembinaan prestasi yang terukur melalui satu manajemen yang benar, Atlit dan Pelatih bukan Sapi Perah Pengurus satu Organisasi Olahraga , Apabila hal seperti itu terjadi pasti akan kita kembalikan kepada jalur yang seharusnya dipatuhi” ucap Marciano saat dihubungi Sketsindo, pada Selasa (26/10/21). (Fanss)

No More Posts Available.

No more pages to load.

konten suara
Speed: 1x
Ready