Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Jalan Poros Desa Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pertanyakan Aliran Anggaran Desa

oleh
oleh


4.4K
pembaca

Jalan poros desa yang meliputi 4 kampung yakni Kampung Pasirgadung, Kampung Ciharasas, Kampung Cijengkol dan Kampung Keboncau menuju pusat pemerintahan kecamatan Cileles hingga saat ini masih rusak dan sulit dilalui.

Dengan kondisi jalan tersebut, warga berharap segera ada perhatian khusus dari Pemerintah, karena keadaan tersebut sangat mengganggu aktivitas warga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Parungkujang, Heri mengatakan bahwa terkait jalan tersebut telah diajukan ke Pemda.

Gambar

“Jalan tersebut sudah di ajukan ke Pemda setempat bahkan sudah masuk di musrembang mudah-mudahn tahun ini di bangun sama Pemerintahan Daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/5/24).

Kondisi jalan tersebut juga disoroti oleh salah satu tokoh pemuda dan pegiat sosial sekaligus wakil ketua Dewan Pengurus Daerah Jawara Banten Bersatu (JBB) Kabupaten Lebak, Asma Sutisna S.Pd, yang menyayangkan kinerja Kepala Desa Parungkujang.

Karena menurutnya, cara Kepala Desa membangun kurang memperhatikan mana skalaproritas mana tidak. “Karena jalan lintas tadi jalan satu-satunya ujung lintas mencari nafkah dan anak-anak untuk bersekolah melalui jalur ini, masyarakat di 4 kampung, karena sepengetahuan saya semenjak di pimpin sama pak kades yang baru ini belum sama sekali ada perhatian dari pemerintah desa setempat, bahkan saya sudah beberapa kali menyampaikan belum ada tanggapan yang serius,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asma menegaskan jika jalan tersebut belum juga diperbaiki atau mendapat perhatian dari maka sebagai warga Ia berharap ada penjelasan terkait aliran dana desa.

“Tolong pak kades seandainya jalan tersebut belum ada perhatian juga dari Pemerintah desa, kami sebagai warga akan mempertanyakan anggaran desa tersebut kemana di bangunnya, karena sudah kami pantau kurang lebih dari 3 tahun pembangunan hanya di Kampung Dukuh dan Kampung Kadu Bojong saja,” ucapnya.

“Padahal anggaran desa dalam membangun bukan untuk satu kampung saja tapi untuk warga desa terutama jalannya yang skalaproritas, sehingga warga yang beda kampung cemburu sosial karena jalan yang lain khususnya jalan lingkungan yang ada di kampung kades saja, yang lain apabila tidak ada tanggapan serius kami akan mempertanyakan dengan warga akan audiensi kepada kepala desa tersebut,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Baca konten dgn suara
Speed: 1x
Ready