Home / Berita / Gerindra : Pemerintah Perlu Perhatian Terhadap Masalah Kesehatan Mental
Putih Sari adalah Anggota DPR RI Komisi IX dan juga Caleg DPR RI Partai Gerindra Dapil Jabar VII (Kabupaten Bekasi, Karawang & Purwakarta) yang sekaligus Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Prabowo Sandi.

Gerindra : Pemerintah Perlu Perhatian Terhadap Masalah Kesehatan Mental

Jakarta, sketsindonews – Sekarang ini kondisi kesehatan mental tak lagi bisa dianggap remeh. Kesehatan mental itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Di Indonesia, kondisi kesehatan mental masih jadi isu yang dikesampingkan. Menanggapi hal itu, Politisi Partai Gerindra dan juga Anggota DPR RI Komisi IX Putih Sari mengusulkan pemerintah perlu memperbaiki kesehatan jiwa yang lebih responsif, menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.

“Indonesia adalah salah satu negara yang berkomitmen untuk mewujudkan perbaikan kesehatan jiwa sebagai upaya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs).” ungkapnya.

Data Riskesdas 2013 memunjukkan prevalensi ganggunan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 14 juta orang atau 6% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk.

“Berdasarkan data dari aplikasi keluarga sehat yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI pada 2015 terdapat 15,8 persen keluarga memiliki penderita gangguan mental berat yang diobati dan tidak diobati. Faktanya jumlah penderita gangguan mental terus meningkat” kata Putih Sari saat dihubungi (17/01).

Diakui Putih Sari yang kembali maju sebagai Caleg DPR RI Partai Gerindra di Dapil Jabar VII meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta dengan nomor urut 1 ini, masalah kesehatan mental ini tak boleh dipandang sebelah mata. Pemerintah harus memberikan perhatian juga terkait masalah mental ini.

“Sudah ada konten online dan aplikasi berbasis android sehat jiwa dari Kementerian Kesehatan yang digunakan untuk mendeteksi berbagai masalah kesehatan mental. Namun, belum optimal Pemerintah dalam hal ini Kemenkes harus gencar mensosialisasikan ini,” sambungnya.

Lebih lanjut, Politisi ini berharap dengan gencarnya alat skrining disosialisasikan, nantinya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan mental. 

“Alat skrining yang disediakan ini dapat membantu praktisi kesehatan dan individu untuk mendeteksi masalah kesehatan mental. Sayangnya Indonesia masih perlu merujuk mereka yang didiagnosis ada gangguan mental untuk berobat,” tutupnya.

(Eky)

Check Also

Adakan Roadshow Workshop Pelatihan Digital di Jateng, Prabowo – Sandi Optimis Kalahkan Jokowi

Jateng, sketsindonews – Sebagai upaya dalam memenangkan pasangan Capres dan Cawapres 02 di Provinsi Jawa …

Watch Dragon ball super