Ketua FKDM DKI : Warga Kepulauan Seribu Harap Berhati, Lakukan Deteksi Dini Bahaya Stunami

Jakarta, SketsIndo – Bencana dugaan stunami air laut pasang yang baru ini terjadi di Anyer Pandeglang (Selat Sunda) dan mengakibatkan berapa puluh korban yang hingga kini terus di susuri para korban untuk di evakuasi. Warga Kepulauan Seribu di himbau untuk waspada dan bisa saja pesisir pantai Kep Seribu bisa terjadi hal yang sama.

Hal ini isampaikan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta, M Rico Sinaga melalui rilisnya.(23/12).

Rico meminta seluruh jajaran dan pimpinan FKDM Kepulauan Seribu agar segera meningkatkan deteksi dini serta cegah dini atas potensi gangguan yang membuat tidak kondusif di Kepulauan Seribu.

Sebagai hal paling utama belajar dari musibah yang terjadi di pantai Anyer, ini disebabkan sebagaimana kita ketahui secara geografis Kepulauan Seribu tidak memiliki daratan tinggi, seperti perbukitan dan sejenisnya.

Bila saja tsunami atau pasang laut yang tinggi menerjang Kepulauan Seribu untuk relokasi evakuasi korban ini sangat terbatas,” kata Rico.

Karena itulah, Rico meminta kepada pimpinan dan anggota FKDM se-Kepulauan Seribu untuk segera berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dan Bupati Kepulauan Seribu.

Ia juga berharap pemerintah DKI Jakarta untuk segera melakukan antisipasi khususnya kawasan pantai di Kepualauan Seribu untuk segera melakukan tahapan tahapan edukasi bahaya stunami pasanga laut agar bisa di prediksikan dan diantisipatif.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan di Indonesia termasuk Selat Sunda.

Peringatan dini ini mulai Minggu (23/12)  hingga Selasa (25/12) mendatang, pukul 7.00 WIB. 

“Terdapat pola tekanan rendah 1006 hPa di Samudra Pasifik utara Halmahera. Pola angin umumnya bergerak dari barat – barat laut pada wilayah Indonesia bagian utara dengan kecepatan angin berkisar antara 5 – 20 knot, sementara di bagian selatan Indonesia angin bergerak dari barat daya – barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 – 25 knot,” terang Gatot Defriyantoro melalui siaran pers kepada awak media dalam prakiraan cuaca iklim BMKG”.

reporter : nanorame