Home / Berita / Langgar Hak Cipta, Penjahat Hak Cipta Akan Di Miskinkan

Langgar Hak Cipta, Penjahat Hak Cipta Akan Di Miskinkan

Jakarta, sketsindonews – Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah menganggap Suprimasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) masih minim mesti sudah ada UU HAKI No.28 Tahun 2014. Hal tersebut diutarakan menanggapi masih banyaknya peredaran kaset CD/VCD bajakan yang melibatkan oknum.

Baca: Anang Minta Polisi Jerat Penjahat Hak Cipta

“Makanya mau sampai kapan aparat hukum bisa tegas terhadap pelanggaran karya intelektual,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, kepada sketsindonews.com, Jumat (30/9).

Anang juga menyatakan suprimasi HAKI tumpul terhadap kejahatan yang korporasi.

“Atau apa karena banyaknya para oknum penegak hukum yang terlibat dalam pembajakan ini sehingga berani melawan perintah presiden untuk segera aparat hukum menyelesaikan dengan cepat, karena pembajakan ini sudah terlalu terang benderang, tapi karena para aparat pada pakai kacamata ‘Ray Ben’ jadinya gelap dan hampir tak melihat bahwa ini sebuah tindakan pelanggaran,” terang Anang.

Anang juga menginformasikan bahwa tanggal 6 oktober 2016 mendatang akan ada pertemuan besar di Polda Metro. “Untuk membicarkan mengenai pembajakan ini,” tutupnya.

Pada hari yang sama, CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna menyatakan hal yang tidak jauh berbeda.

“Menurut saya kondisi saat ini sangat bergantung pada diri kita sendiri masing-masing, UU HAKI memang tidak maksimal karena tidak berpihak kepada pemilik hak cipta dan hak terkait,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, saat ditanyakan pendapatnya mengenai UU HAKI.

Selain berpihak kepada para pelanggar hak cipta, menurutnya tidak menutup kemungkinan pembajakan tambah marak, tambah berani dan, memprovokasi pedagang di lapangan sehingga mereka lebih leluasa bergerak ditambah lagi banyak oknum yang bermain mata dengan aparat kepolisian setempat sehingga semakin banyak pencipta lagu, seniman musik, produser rekaman serta tidak menutup kemungkinan label musik yang bertahan dapat dihitung dengan ibu jari.

“Ya sudah waktunya penjahat hak cipta dituntut ganti rugi, bukan dipenjara tapi ganti rugi,” tegasnya.

Terkait adanya pertemuan Di Polda Metro pada 6 Oktober 2016 mendatang, Rahayu berharap hari itu menjadi momen para penderita hak cipta untuk bangkit melawan penjahat hak cipta.

“Sumpah saya tidak mau lagi memenjarakan penjahat hak cipta, tapi akan saya tuntut ganti rugi sampai tuntas agar para penjahat hak cipta tersebut jera dan kapok,” ucapnya dengan kecewa.

Dia juga berharap dan meyakini dibawah kepemimpinan Kapolda PMJ yang baru yakni Irjen Mochamad Iriawan, para penjahat hak cipta jera dan segera menutup usahanya jika tidak bisa ganti rugi.

“Kita akan preteli hasil kejahatan hak cipta, para pelanggar hak cipta maupun penjahat hak cipta, kekayaan mereka akan kita kuras habis, sampai para penjahat hak cipta yang selama ini dilindungi tersebut jatuh miskin lebih dari gembel,” pungkasnya. (Eky)

Check Also

Lanal Babel Gelar Evakuasi ABK MV. LNG DREAM Di Perairan Pangkal Balam

Pangkal Balam, sketsindonews – Posal Pangkal Balam jajaran Lanal Bangka Belitung bersama Basarnas dan unsur …

Watch Dragon ball super