Penggelola Dapen PT Pupuk Kaltim Divonis Bebas

Jakarta, sketsindonews- Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta membebaskan empat terdakwa kasus dugaan korupsi dana pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur sebesar Rp 175 miliar pada sidang (5/9) lalu dengan terdakwa Danny Boestami dan kawan-kawan dengan berkas terpisah. Putusan bebas itu dibacakan majelis hakim yang diketuai oleh Rustiyono.

Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Dr. Yanto membenarkan putusan bebas terhadap 4 terdakwa.
“Benar (divonis bebas). Sidangkan secara terpisah atau splitzing,” ungkapnya, Jumat (13/9).

Selain Danny, ada 3 orang lagi yang menjadi terdakwa dalam kasus serupa dan putusan bebas. Mereka adalah, Ida Bagus Surya Buwana (Direktur PT BIR), Arif Budi Satria Dirut PT SMS dan Andreas Chayadi K (Komisaris PT API/Komisaris PT DAJK).

Sedangkan tiga terdakwa lainnya hingga kini masih menjalanin proses persidangan yakni Ezrina Azis (Dirut Dapen PKT), Zubaedi (Direktur Investasi Dapen PKT), Djafar Lingkaran (Dirut PT API/Komisaris PT DAJK).

Dalam putusan itu majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa Danny Boestami tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum melakukan tindak pidana

“Korupsi secara bersama-sama dan berlanjut” sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum pada dakwaan Primair maupun subsidair seperti dikutip dari laman http://pn-jakartapusat.go.id.

“Membebaskan terdakwa Danny Boestami oleh karena itu dari dakwaan Primair dan Subsidair Penuntut Umum tersebut. Memulihkan hak terdakwa Danny Boestami dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya,” ujar Rustiyono.

Majelis hakim juga memerintahkan jaksa agar terdakwa Danny Boestami cs dibebaskan dari tahanan.

Selain membebaskan Danny, dalam nomor perkara 50/Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.Pst majelis hakim juga menyatakan agar jaksa memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya. 

Jaksa penuntut umum (JPU) Nanang Prihanto dalam surat tuntutannya agar Danny dijatuhkan pidana selama 6 tahun penjara, subsidair 5 bulan kurungan.

Kasus ini bermula PT PKT yang memiliki dana pensiun dalam pengeloaannya membeli saham repo dari dua perusahaan dan kemudian satu perusahaan membeli 30 Kondominium. 

Padahal sesuai peraturan Kemeterian Keuangan 199/PMK.01.10/2008 tentang dana investasi dana pensiun dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan 3/POJK/2015 tentang dana investasi pembelian saham repo tidak dibenarkan.

Sementara 3 terdakwa lainnya dituntut oleh jaksa bervariasi yaitu terdakwa Ida Bagus Surya Bhuwana dituntut 8 tahun dengan perintah tetap dikerangkeng, Andreas Chalyadi 14 tahun 6 bulan, dibui Arif Budi Satria dituntut 6 tahun penjara dan Danny Boestami dituntut 6 tahun kurungan badan.

Sofyan Hadi