Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Sekelumit Pamor Keris

oleh
oleh
6.3K pembaca

“Obrolan sore bersama Ki Gedhe Jati, kolektor Tosan Aji di Jogjakarta”

Yogyakarta, sketsindonews – Banyak orang yang pandai membaca garis garis pamor atau garis garis yang membuat sebuah pusaka utamanya keris menjadi menarik dan estetis namun tidak banyak yang tahu apa dan bagaimana sesungguhnya pamor itu.

img-20161011-wa0016

Gambar

Berbincang sore di sudut kota budaya Jogjakarta dengan salah seorang kolektor keris dan pusaka, Ki Gede Jati banyak membuka wawasan tentang dunia tosan aji.

Dulunya, Tutur beliau, banyak senjata senjata berupa pedang dari Persia yang dibuat menggunakan campuran besi baja dan nikel yang ditempa menjadi satu. Setelahnya campuran tersebut diproses lagi menggunakan cairan kimia Arsenik Dioksida dan zat asam. Menjadikan besi pedang tersebut menghitam menyisakan garis garis putih dari Nikel yang membuat pedang menjadi lebih menarik.

Salah satu versi sejarah mengatakan, seni tersebut mulai di impor ke Nusantara melalui India dan menyebabkan warga Nusantara mulai mengenal pamor.

Tapi ada juga versi yang mengatakan awal abad I ketika orang orang Hindu bermigrasi ke Pulau Jawa menemukan ternyata warga Pribumi telah mampu membuat senjata berbahan besi walaupun belum berpamor. Seandainya versi ini benar maka keris yang tidak berpamor disebut juga Pengawak Waja berumur lebih tua dari keris berpamor.

Pamor sendiri di nusantara dipercaya sebagai bahan pembuat pusaka yang berasal dari angkasa luar, seperti Meteorit yang memiliki kandungan Besi dan Nikel. Siderit yang hanya mengandung besi dan Aerolit yang berupa batu sangat keras yang dinamakan juga batu pamor.

Sebagai contoh pada tahun 1784 pada masa Susuhunan Pakubuwono III bertahta di Surakarta, di Prambanan pernah kejatuhan meteor seberat kurang lebih 4 ton yang mengakibatkan tiimbulnya lubang sedalam 10 meter selebar 15 meter dan merusak desa di sekitar nya.

Batu ini masih tersimpan di kraton Surakarta sampai sekarang, dan terkenal dengan nama Kyai Pamor.

Pada akhirnya berbagai bahan pamor diatas bisa dibedakan pada saat telah menjadi sebuah pusaka. Pamor dari meteorit cenderung berwarna putih atau putih keabu abuan pada bilah kerisnya.
Pamor Siderit cenderung berwarna hitam pada bilah kerisnya, disebut juga pamor ireng atau pamor sanak.

Sedangkan pamor aerolit sendiri cenderung berwarna kuning keabu abuan dan bercampur menyatu dengan besi sehingga susah dan hampir tidak bisa dibedakan dengan besi. Disebut juga sebagai pamor jalada.

Demikian dituturkan ki Gede Jati kepada sketsindo (11/10/2016) sekelumit dari sekian banyak jenis jenis pamor pusaka nusantara.

Tertarik untuk belajar menekuni Pusaka peninggalan budaya leluhur ?

(Yudhie)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap