Jakarta,sketsindonews – Dewan Kota Jakarta Pusat dalam Rapat Koordinasi dengan sejumlah elemen masyarakat di Kecamatan Sawah Besar yang bertempat di Aula Lantai 4, selain kaitan percepatan pembangunan lokal, sosial, politik keamanan.
Ketua Dewan Kota Ferry Iswan menyatakan, dewan kota seiring keterbatasan dana penguatan, eksistensi lembaga harus tetap berjalan, terangnya.
Kami harap ada reses buat dewan kota, sehingga koordinasi pada level masyarakat bukan pada tataran temporer, tapi berkala.
Reses bisa berjalan bila ada dana penguatan, namun kebijakan tersebut sudah tak ada, sejak adanya kebijakan baru, tambah Ferry.
“Sementara LMK dalam formatnya hanya pada tahapan informasi dalam menyikapi issue masyarakat yang dinamis, bukan pada keputusan,” dalam melaksanakan perannya.
Sisi lain kata Ferry. Masyarakat harus di berikan sebuah kepastian dalam setiap usulan aspek pembangunan.
Anggota Dewan Kota Bayu Sudarmadji dari Cempaka Putih mengingatkan, sarana kost – kost untuk dapat secara berkala di validasi. Hal ini terkait peraturan RT/RW juga dalam antisipasi kerwanan sosial, politik, dan keamanan.
“Jangan terkoptasi LMK pada eforia politik, hal ini masalah guna mengantisipasi persoalan yang muncul nantinya LMK menjadi fungsi communicator, koordinasi yang baik”, terang Bayu.
Sementara Camat Sawah Besar Martua Sitorus menjelaskan, persoalan wilayah dalam koordinasi sangat penting untuk di sampaikan kepada pemerintah.
“Masyarakat harus mampu pemanfaatan fungsi wilayah bagi kepentingan publik.” Apapun bentuk sarana yang di sampaikan, ujar Martua.
Hadir dalam rapat koordinasi selain di buka oleh Wakil Camat Sawah Besar Putut Linangkung, para Anggota LMK, PPK, Anggota Panwas serta di hadiri Anggota Dewan Kota di 8 Kecamatan. (Nr)






