Yogyakarta, sketsindonews -Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jogjakarta menggelar kegiatan kursus bagi para juri dan pembuat jalur tingkat nasional yang berlangsung kemarin di aula BPBD DIY, kegiatan kursus bagi para juri nasional dan pembuat jalur ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas SDM para juri dan pembuat jalur di tingkat nasional sehingga para juri yang dihasilkan akan memiliki kulaifikasi nasional. Demikian ungkap panitia pelaksana kegiatan Feri Ardianto dalam laporannya pada acara pembukaan kegiatan Senin (14/11) kemarin.
“Dari segi prestasi para atlet panjat tebing Indonesia tidaklah kalah dengan Negara lain terbukti dalam berbagai kejuaraan tingkat Asia dan ASEAN Indonesia sering menjadi jawara , dan saat ini diperlukan pembinaan atlet yang lebih sungguh sehingga berbagai prestasi yang membanggakan dapat dipertahankan dan dapat ditingkatkan,” ujar Feri.
Feri juga menambahkan bahwa kegiatan kursus ini sangat diperlukan mengingat diperlukan standar yang baik dalam kegiatan lomba panjat tebing, karena saat ini dalam skala nasional juga kegiatan lomba panjat tebing ini sering diadakan , sehingga kualitas juri dan pembuat jalur juga harus memiliki kualifikasi nasional, dengan demikian maka kualitas pertandingan juga akan meningkat,” tambahnya.
Dijelaskan pula bahwa dalam kegiatan ini panitia mengundang pakar internasional dalam bidang penjurian serta pembuat jalur yaknbi Hiroshi Okano dari jepang serta Francis Ho dari Hongkong.
“Para pakar juri ini akan memberikan pengetahuan bagi calon juri nasional sehingga akan dihasilkan juri juri yang berkulitas,” tuturnya lagi.
Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia, yang terbagi dalam 30 peserta mengikuti kursus juri nasional sedang 30 sisanya mengikuti kursus pembuat jalur.
“Para peserta akan mengikuti mkursus hingga 17 November mendatang , dengan melakukan berbagai kegiatan praktik, serta diakhir kursus akan diadakan ujian dari penguasaan materi yang diberikan selama kursus,”tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama Suyadi dari kemenpora menegaskan bahjwa pemerintah tengah berupaya keras untuk secara bersama sama mengembangkandan membina berbagai cabang olahraga yang ada termasuk panjat tebing.
“Walupun dana yang cukup terbatas tetapi berbagai upaya dilakukan sehingga pembinaan dan peningkatan kualitas SDM olah raga menjadi meningkat,” katanya.
Suyadi yang juga menjadi Ka Bid Pelatih di kementrian juga menambahkan bahwa pembinaan olah raga memerlukan waktu yang panjang dalam prosesnya, dan kejelian pelatih menentukan keberhasilan pembinaan olah raga itu sendiri.
“Pembinaan olah raga merupakan pembinaan berjenjang, dan dilakukan secara sistimatis sehingga prestasi para atlit dapat terukur, dan kunci keberhasilan ini ada pada pelatih, karena pelatihlah yang meyediakan konsep berlatih, yang seyogyanya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan atletnya,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa masih ditemukan pelatih yang tidak mengetahui kondisi atletnya dengan benar, sehingga jenjang prestasinya terpurtus din tengah jalan.
“Misalnya ketika atlet tersebut masih berada dalam kategori junior banyak menorehkan prestasi, tetapi ketika masuk kategori besar justru tidak mengfhasilkan prestasi yang membanggakan, hal inilah yang harus dicermati pelatih dalam menata porsi latihannya, sehingga perkembangan usia juga tetap mampu memberikan prestasi yang membanggakan,” tutupnya. (Dwi)






