Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Proyek 10M, CBA: Banyak Oknum Dikti Doyan Proyek-Proyekan

oleh
Foto Istimewa Koordinator Investigasi Center Budget For Analysis, Jajang Nurjaman. (Dok. Pribadi)
8.7K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Kemenristek Dikti di tahun 2016 menjalankan proyek Pengadaan Meubelair untuk gedung civil work new building dan pascasarjana. Kemenristek Dikti menyiapkan anggaran sebesar Rp10 M terkait proyek untuk kebutuhan pihak Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut.

Center For Budget Analysis (CBA) memaparkan bahwa sebanyak 3665 unit Meubelair akan dihadirkan di gedung civil work new building dan pascasarjana yang berlokasi di muka kampus A UNJ.

Baca juga: Jatah Makan Napi Turun, CBA: Pemerintah Jokowi Dan DPR Pelit

Gambar

Adapun perusahaan yang beruntung menjalankan proyek miliaran tersebut adalah PT. Bumi Waluya Nusa Persada yang beralamat di Jl. Kebon Kacang Raya Flat 1/8 Rt. 010/004 Kebon Kacang Tanah Abang Jakarta Pusat

“Dalam proyek ini CBA Center for Budget Analysis mencium ada aroma yang tidak sedap terkait proses jalannya proyek tersebut,” ujar Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman, Senin (27/3).

Menurut Jajang, Anggaran yang disepakati pihak dikti sebagai panitia lelang dan PT. Bumi Waluya Nusa Persada sebesar Rp. 8,428,624,864,- angka ini jelas terlalu mahal, jika mempertimbangkan tawaran dari perusahaan lainnya yang mengikuti proses lelang.

Baca juga: BPK Harus Audit Pendapatan Tol Jasa Marga

“Sebenarnya selain PT. Bumi Waluya Nusa Persada masih terdapat dua perusahaan dengan tawaran terendah, salah satunya adalah CV. Purnama Gemilang (Green Furnish) perusahaan tersebut menawarkan harga senilai Rp. 7,797,020,528,- namun sayang pihak Dikti memilih PT. Bumi Waluya Nusa Persada yang menjalankan proyek,” ungkapnya.

Dijelaskan bahwa akibat hal tersebut, sejak proses lelang sudah ditemukan potensi kebocoran uang negara sebesar Rp. 631,604,336,-

“Temuan di atas sangat disayangkan, bagaimana pihak dikti sebagai insan pendidikan ternyata diduga masih banyak oknum yang doyan main proyek-proyekan dan berujung kepada kerugian negara,” pungkas Jajang. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap